. . .

Resah!!! Masyarakat Meminta Polda Lampung dan BNN Usut Tuntas Kasus Narkoba di Lapas Way Kanan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU – Merasa resah dan ingin memberikan dukungan kepada penegak hukum untuk melakukan pemberantasan narkoba yang sudah menjadi momok besar bagi kalangan masyarakat. Kepala Kampung Rambang Jaya Kecamatan Blambangan Umpu Way Kanan, Ely Sejahtera mewakili Masyarakat nya berharap agar Polda Lampung dan Badan Narkotika Nasional Lampung menangani langsung kasus peredaran Narkoba di dalam Lapas kelas II B Way Kanan. 

Hal itu di katakan nya ketika di konfirmasi oleh Translampung.com, Rabu (05/08) untuk menanggapi atas adanya penangkapan yang di lakukan oleh Pihak Polres Way Kanan terhadap Oknum Pegawai Lapas dan Salah satu Napi karena kedapatan memiliki Narkoba Jenis Sabu beberapa waktu lalu.

Permintaan nya itu juga berdasarkan karena masyarakat ingin pihak hukum segera menjawab pertanyaan publik terkait deretan kasus tersangka Gris Aka Putra oknum PNS Lapas Way Kanan dalam peredaran narkoba di Lapas sejauh ini.

Ely mengatakan Kebanyakan masyarakat, berharap agar Polda Lampung dan BNN Lampung turun langsung bisa segera membongkar jaringan gembong narkoba di Lapas kelas II B Way Kanan serta membeberikan sejauh mana keterlibatan tersangka Gris Aka Putra di dalam kasus tersebut.

“Kami semua menghormati serta sangat mendukung upaya dan proses yang dilakukan Polres Way Kanan dalam memberantas narkoba Bumi Ramik Ragom ini. Kami menilai penagkapan PNS Lapas dan seorang Napi Lapas ini juga suatu kinerja yang luar biasa kami rasakan,”Ujar Ely Sejahtera.

Sehingga ia berharap dengan keterlibatan Polda dan BNN Lampung menjadi kekuatan Polres Way Kanan untuk membongkar jaringan narkoba di Lapas Way Kanan yang selama ini belum pernah terbongkar sebelumnya. Karena masyarakat menilai perkembangan kasus narkoba di Lapas Way Kanan sejauh ini menimbulkan rasa keprihatinan yang mendalam bagi semuanya.

“ini momen yang tepat untuk penegak Hukum tertinggi di Lampung membongkar kejahatan dari kegiatan warga binaan dan pegawai di dalam Lapas Way Kanan sendiri terkait keterlibatan pengawasan pihak Lapas yang menimbulkan pertanyaan besar atas beberapa kasus yang timbul selama ini. Baik peredaran narkoba, atau jasa perangkat hendphon dan pasilitas lainya,” Tegas nya.

Sementara itu Dukungan yang sama juga disampai kan oleh masyarakat lainnya yakni, Yamin. ia berharap supaya pihak Polda dan BNN Lampung juga ikut andil dalam menangani kasus peredaran narkoba di Lapas Way Kanan.

“Kami berharap bahwa pihak Polda dan BNN Lampung punya informasi terhadap siapa pemasok sabu dibalik tersangka Gris Aka Putra PNS dan Sunardi Napi Lapas dan Sejauh mana keterlibatan keduanya. Apakah PNS Lapas itu tangan kanan bandar narkoba yang digerakan Napi di dalam Lapas mengingat informasinya banyak bandar narkoba yang menjalani masa hukuman di Lapas itu sendiri atau memang ia sendiri yang manjadi bandar nya,” Tanya Yamin.

Yamin juga mempertanyakan persoalan dibalik terasangka Sunardi Napi Lapas yang ditangkap Polres Way Kanan setelah Aka.

Menurutnya, bagaimana tersangka Sunardi (Napi) memiliki dua bungkus sabu tersebut padahal Gris Aka Putra sendiri sudah lebih dulu ditangkap Polisi jika hanya Gris pegawai Lapas yang terlibat dalam peredaran sabu di Lapas maka tidak mungkin Sunardi memiliki barang haram tersebut. Maka, berarti masih ada oknum pegawai lapas lain yang terlibat dalam peredaran narkoba di dalam nya.

“Tiga minggu Aka ditangkap berikut 30 gram sabu tepatnya pada 8 Agustus 2018 lalu. Dan pada 30 Agustus kemarin Sunardi Napi ditangkap juga dan kedapatan menyimpan dua bungkus sabu di kantong celananya. Saya menduga ada keterlibatan pegawai Lapas lainnya sehingga sabu itu bisa masuk dengan mudahnya sehingga bisa disimpan tersangka Sunardi,” Tutur nya.

Oleh karena itu Ia berharap, pihak hukum bisa menyelesaikan persoalan tersebut sampai ke akar akar nya.

“Kami masyarakat sangat mendukung upaya Polres Way Kanan. Tapi kami berharap kasus ini tidak terhenti di mejah hijau terkait asal usul Narkoba dan proses penyelundupan nya kedalam Lapas,” Tandasnya. (migo).