. . .

Rejeki Berlimpah Sang Juara Dunia Angkat Besi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Atlet angkat besi asal Jawa Timur Eko Yuli Irawan sukses membawa pulang tiga medali emas di seri Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, beberapa hari lalu.

Sebelum dan sesudah mendapatkan medali itu, rejeki berlimpah memang terus menghampiri lifter kelahiran Lampung, Juli 1989 itu. Dalam kejuaraan dunia itu, tidak hanya medali emas yang didapatkan olehnya, namun Eko juga mampu memecahkan tiga rekor sekaligus di ajang tersebut.

Ya, Eko yang turun di klelas 61kg berhasil memecahkan tiga rekor di kelas yang notabene baru dipertandingkan tersebut. Ketiga rekor tersebut adalah clean and jerk 173kg menjadi 174kg. Lalu total angkatan 312kg menjadi 313kg, dan total angkatan dari 313kg menjadi 317kg.

Sepulangnya dari Turkmenistan rejeki kembali menghampiri peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut. Bahkan, Eko sempat diundang untuk menemui Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (8/11) kemarin.

Dalam sambutannya, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu mengaku bangga atas prestasi yang diberikan oleh Eko Yuli di Kejuaraan Dunia tersebut. Ia berharap prestasi gemilang Eko Yuli menjadi motivasi atlet-atlet lainnya untuk bisa memberikan yang terbaik untuk Merah Putih.

“Tentunya, pemerintah akan terus memberikan support (dukungan) dan Kemenpora juga akan terus mengikuti semua cabang yang diikutinya,” unkgap Jokowi saat menerima Eko yang ditemani Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (8/11).

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memberikan bonus beruap uang sebesar RP250 juta kepada Eko Yuli. Hal itu disampaikan Menpora Imam Nahrawi.

“Pak Presiden berikan bonus Rp 250 juta untuk Pak Eko, biar langsung masuk Pak Eko,” ungkap Imam.

Ditempat terpisah Imam Nahrawi mengatakan tidak hanya presiden yang akan memberikan bonus tersebut, pihaknya dalam hal ini Kemenpora juga akan memberikan apresiasi penghargaan senilai Rp200 juta kepada Eko Yuli. Selain Eko Kemenpora juga memberikan bonus terhadap pelatih sebesar Rp100 juta.

“Kami memberikan secara simbolik bonus sebesar Rp 200 juta dan untuk pelatih sebesar Rp 100 juta. Sebelumnya Presiden Jokowi juga memberikan bonus sebesar Rp 250 juta di Istana Negara,” terang Imam di saat menggelar jumpa pers di kantor Kemenpora, Kamis (8/11) kemarin.

“Presiden betul-betul konsen bahwa cabang-cabang olahraga unggulan Indonesia harus betul-betul mendapatkan porsi dan perhatian lebih daripada yang lain. Seperti yang kita tahu bersama bahwa angkat besi, bulutangkis dan beberapa cobor lain yang sudah biasa memberi harapan bagi Indonesia di Olimpiade akan kita maksimalkan termasuk untuk angkat besi,” teranganya menambahkan.

Selain Presiden dan Kemenpora, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) juga akan memberikan bonus kepada Eko Yuli. Akan tetapi, Ketua Umum PB PABBSI, Rosan P Roeslani ini belum mau membocorkan nominalnya.

“Pasti ada dari kita. Kita memang berikan bukan hanya ke atlet, tapi juga ke tim yang support, termasuk sampai tukang pijatnya, pelatihnya, kita berikan,” jelas Rosan.

Rosan menerangkan, penetapan besaran bonus untuk Eko Yuli akan dibahas dalam rapat internal PB PABBSI. “Yang pasti alhamdulillah-lah nanti sedang dirapatkan. Soalnya kita mau rinci dulu sampai barapa orang yang dapat. Soalnya baru pulang kemarin malam ini. Nanti kita perinci Insyaallah akan menyenangkan-lah,” tukas Rosan.

Selain itu, rejeki berlimpah terhadap Eko juga hadir sebelum ia mengikuti kejuaraan Dunia, dimana ia telah mengikuti seleksi dan pengangkatan olahragawan berprestasi menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Yang pasti ada motivasi itu berkesempatan untuk mengikuti seleksi CPNS. Setiap ada apresiasi, saya berusaha untuk membalasnya dengan prestasi, dan Alhamdulillah setelah ikut tes saya berhasil mendapatkan juara dunia. ini rezeki yang luar biasa,” tutur Eko.

“Kedepan, kita harus tetap konsisten dan pertahankan ini (raihan gelar juara). Saya berharap pemerintah juga terus mendukung,” sambung Eko.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan target awal di kejuaraan dunia ialah memastikan merebut poin menuju Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Namun, seiring  jalannya pertandingan, Eko menyatakan ada peluang besar meraih medali di nomor yang diikutinya, yakni kelas 61 kilogram. Peluang itu ialah meningkatkan total angkatan dan membuat rekor baru.

Oleh sebab itu, atas pencapaian ini, ia berharap prestasinya terus berlanjut hingga Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. “Di Olimpiade tentu targetnya emas, mudah-mudahan hasilnya maksimal,” tukas Eko.

Eko Yuli mengaku, bahwa persiapan menghadapi Olimpiade Jepang persiapannya lebih panjang dan diharapkan hasilnya juga bisa maksimal. Eko Yuli mengaku pesaing terdekat di Olimpiade atlet dari China, Kolombia dan Korea Utara.(Gie/fin)