. . .

Rayo 2-3 Barcelona: Peluru Pistolero

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, MADRID – Barcelona meraih kemenangan dramatis di markas Rayo Vallecano. Luis Suarez lagi-lagi jadi pahlawan dan membuktikan dirinya memang masih pantas dijuluki El Pistolero alias Si Penembak Jitu.

Suarez yang sempat dikritik di awal musim karena mengalami paceklik gol membawa timnya memimpin saat laga baru berjalan 10 menit. Namun, tuan rumah yang berjuang untuk keluar dari zona degradasi mampu bangkit dan membalikkan keadaan melalui gol Jose Pozo di menit ke-35 dan Alvaro Garcia pada menit ke-57.

Kubu Barca sempat tegang setelah hingga lima menit akhir mereka masih tertinggal 1-2. Akan tetapi, mereka mampu menunjukkan mental juara. Pada menit ke-87, pemain pengganti, Ousmane Dembele menyamakan kedudukan sebelum akhirnya Suarez mencetak gol kemenangan di menit ke-90.

Brace atau dua gol ini mempertegas kapasitas Suarez sebagai predator yang bisa diandalkan Barca untuk menjadi mesin gol setelah Lionel Messi dibekap cedera. Sebelumnya, pemain Uruguay kelahiran 24 Januari 1987 itu juga menjadi mimpi buruk bagi Real Madrid lewat hattrick-nya di El Clasico.

Tambahan dua gol di Campo de Futbol de Vallecas, dinihari kemarin mengantar eks penyerang Liverpool dan Ajax Amsterdam itu sebagai top skor sementara La Liga. Ia kini total telah mengoleksi sembilan gol atau unggul satu gol atas Cristhian Stuani dan Iago Aspas.

Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde pun memberikan pujian setinggi langit kepada penyerang berusia 31 tahun tersebut. Tanpa Messi, Valverde menyebut Suarez adalah sosok pembeda dalam timnya. “Luis Suarez telah menjadi pembeda bagi tim ini, kami sangat berterima kasih atas penampilannya,” sanjung Valverde dikutip dari Football Espana.

Mantan pelatih Espanyol itu menyebut, gol-gol Suarez mereka butuhkan sebab Barca seperti melihat ‘hantu Butarque’ di markas Rayo. Butarque adalah markas klub Leganes yang memberi kekalahan pertama pada Raksasa Catalan musim ini. “Hantu Butarque muncul selama paruh kedua,” ujarnya.

“Anda harus menghargai lawan, Rayo Vallecano telah melakukan banyak hal dengan baik. Setelah gol pertama kami kehilangan kontrol, kami mundur dan mereka berkembang dalam permainan. Saya telah menyaksikan pertandingan Rayo Vallecano. Saya melihat mereka sebagai tim kuat yang akan baik-baik saja,” lanjut Valverde.

Valverde sendiri menegaskan tak khawatir kembali kebobolan dua gol. Meski begitu, ia memastikan timnya memang masih harus terus bekerja untuk melakukan pembenahan. “Selama kita mendapatkan tiga gol, kita tidak seburuk itu. Kami selalu ingin menjaga clean sheet (tapi di sini), kami telah kebobolan dua gol, jadi kami harus terus bekerja,” tegasnya.

Suarez sendiri mengakui mereka kesulitan karena terlalu percaya diri. “Itu benar, kami mungkin terlalu percaya diri. Tetapi kami harus memuji Rayo Vallecano, mereka membutuhkan poin dan sangat bagus, mereka sangat mengesankan. Pada akhirnya, hal terpenting dari perspektif kami adalah mengambil tiga poin, kemudian mengevaluasi kinerja kami,” kata Suarez.

Soal peran sentralnya mencetak gol-gol kemenangan setelah mereka ditinggalkan Messi, Suarez mengklaim itu memang sudah menjadi tugasnya sebagai seorang striker. “Kontribusi saya sendiri? Pekerjaan saya adalah mencetak gol dan membantu tim, untungnya saya melakukannya,” tandasnya.

Takluk secara dramatis, Pelatih Rayo, Michel mengaku sangat terpukul. “Kami telah memainkan permainan yang hebat, itu kenyataan. Itu sangat menyakitkan, kami memainkan pertandingan yang hebat, kami menempatkan Barcelona dalam kesulitan, tetapi dua detail kecil menyakiti kami,” keluhnya di EFE.

Dengan kemenangan ini, Barcelona tetap memuncaki klasemen sementara La Liga. Hingga jornada ke-11 ini, sang juara bertahan mengoleksi poin 24. Sementara Rayo, kekalahan ini membuat mereka semakin kesulitan keluar dari zona degradasi. Sejauh ini, klub Kota Madrid itu baru meraih enam poin hasil satu kemenangan dan tiga kali imbang. (FIN)

error: Content is protected !!