Rayakan Rame-rame Tanam Bambu Jadi Puncak Pringsewu Expo 2016

0
683
views

Ratusan masyarakat Pringsewu terlihat sedang berkumpul di sisi jalan Kompleks PEMDA sembari bernyanyi dan berjoget dengan alunan musik keroncong. Mereka semua tengah sibuk menanam 1.035 bibit bambu di hari terakhir “Rayakan RameRame” Pringsewu Expo 2016.

Prosesi penanaman ini merupakan upacara puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak tanggal 21 Maret lalu. Ini adalah bentuk apresiasi komunitas-komunitas dan masyarakat setempat untuk Kabupaten mereka. Perwakilan komunitas di Pringsewu, Fitri Amin Bukhori (Pi’i), berharap kegiatan ‘Rayakan Rame-Rame’ Pringsewu Kabupaten Bambu Seribu dapat membawa dampak positif terhadap kemajuan masyarakat Pringsewu.

“Kami mengajak masyarakat untuk merayakan ulang tahun kabupaten tahun ini dengan cara yang berbeda. Perayaan bersama ini diisi dengan berbagai kegiatan nikmat, seru dan menyenangkan.” “Keakraban antar masyarakat di Pringsewu itu penting, oleh karena itu kegiatan seperti mananam bamboo ini tentu saja dapat membantu memupuk tali pertemanan antar komunitas dan juga masyarakat pada umumnya, sehingga mereka semakin erat satu sama lain tanpa melihat perbedaan latar belakang,” ungkap Pi’i yang menjadi penggerak kegiatan ‘Rayakan Rame-Rame’ di Pringsewu.

Kabupaten ini bermula dari berdirinya sebuah perkampungan bernama Margakarya yang dihuni masyarakat asli suku Lampung-Pubian, di tepi Sungai Way Tebu. Wilayah ini dipenuhi dengan hutan bambu di segala penjuru. Bambu pun menjadi sangat lekat dengan keseharian masyarakat Pringsewu yang kini terdiri dari bermacam suku bangsa, termasuk Jawa. Berbagai jenis kerajinan bambu dapat dijumpai di Pringsewu, bahkan kota ini difokuskan sebagai pusat pembibitan bambu di Propinsi Lampung.

Sebagai ekspresi kebanggaan masyarakat Pringsewu terhadap bambu, yang menjadi ciri khas Berita Pers – “Rayakan Rame-Rame”… 26 Maret 2016 Halaman 2 dari 2 Dokumen dengan penyebaran terbatas hanya untuk media daerah mereka, beberapa komunitas setempat berinisiatif menyelenggarakan kegiatan ‘Rayakan Rame-Rame’ Pringsewu Kabupaten Bambu Seribu. Sejak 21 Maret 2016, Komunitas Ukir Bambu Artefak dan Komunitas Keroncong Pringsewu menyambangi titik-titik kumpul masyarakat Pringsewu untuk menghibur masyarakat dan mengajak mereka membuat ukiran bambu sederhana.

LEAVE A REPLY