. . .

Ratusan Warga Doa Bersama Cegah Konflik Gajah vs Manusia

image_print

(Foto: DOKUMENTASI KORUT)

MOHON KESELAMATAN: Warga Blok 3 sampai Blok 8 Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, kompak berdoa bersama dengan Anggota Komisi IV DPR RI Sudin, Ketua KORUT Fajar Sumantri, Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, perwakilan Pemkab Tanggamus Paksi Marga, Dandim 0424 Letkol (Arh) Anang Hasto Utomo, dan perwakilan Polres Tanggamus serta KPHL Kotaagung Utara dengan tema Berbagi Ruang Menuju Keselamatan agar konflik antara manusia dengan satwa gajah tidak terjadi lagi.

 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Ratusan masyarakat dari Blok 3 sampai Blok 8 Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, punya cara menarik untuk mencegah terjadinya konflik dengan kawanan gajah liar. Mereka mengadakan Doa Bersama bertema Berbagi Ruang Menuju Kedamaian. Dalam rangka memohon perlindungan, keselamatan, dan barokah Allah SWT.

Doa bersama yang turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, Sudin, S.E. itu, sebagai wujud ”permohonan izin” masyarakat terhadap kawanan gajah liar yang sama-sama merupakan ciptaan Tuhan. Kegiatan tersebut terlaksana berkat fasilitasi dari Konsorsium Kotaagung Utara (KORUT) di bawah komando Fajar Sumantri. Kemudian didukung penuh oleh DPR RI melalui Komisi IV Sudin, Pemkab dan DPRD Tanggamus, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Kotaagung Utara, Kodim 0424 dan Polres Tanggamus.

Untuk diketahui, beberapa bulan lalu, Blok 3 hingga Blok 8 Pekon Gunungdoh menjadi sebagian area berlangsungnya konflik. Bahkan memunculkan satu korban jiwa. Kejadian itu menjadi suatu traumatik tersendiri bagi masyarakat setempat. Mengingat gubuk, kebun (lahan garapan), dan tanaman milik sebagian warga pun turut menjadi bagian kerusakan akibat konflik itu.

Oleh karena itu, masyarakat setempat berinisiatif untuk mengadakan doa bersama dalam rangka memohon perlindungan, keselamatan, dan barokah Allah SWT. Lebih dari 350 warga Blok 3 sampai Blok 8, turut andil memanjatkan doa kepada Allah SWT yang digelar di pelataran SD Blok 3 Pekon Gunungdoh.

Lagu wajib Indonesia Raya yang menggema dari Paduan Suara para guru Sekolah Dasar Blok 3 Pekon Gunungdoh, mengawali doa bersama tersebut. Ketua Panitia Doa Bersama, Jastra Maidi merasa bangga dengan kekompakkan, persatuan, dan kesatuan yang ditunjukkan oleh masyarakat Blok 3 sampai Blok 8.

”Kekompakkan semacam ini harus tetap dijunjung tinggi, demi kemajuan dan keselamatan kita bersama,” ujar Jastra.

Kemudian sambutan dari perwakilan tokoh masyarakat, H. Usman Teguh. Dia mengisahkan, sejak tahun 1980-an membuka lahan garapan, dia dan warga lainnya sadar, bahwa mereka mencari peruntungan di lahan millik negara. Kesadaran tersebut tetap dipegang teguh hingga saat ini.

”Dan masyarakat siap membantu serta mendukung kegiatan-kegiatan yang sudah diprogramkan oleh pemerintah,” kata Usman Teguh.

Mewakili Penjabat Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin, M.T, Asisten I Paksi Marga mengatakan, doa merupakan suatu bagian yang sangat penting dilakukan, dengan dibarengi usaha.

”Konflik antara satwa gajah dengan manusia telah terjadi lebih dari setahun lalu di Kecamatan Semaka dan Bandar Negeri Semuong. Untuk itu, saat ini mari kita panjatkan permohonan meminta keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT,” ajak Paksi Marga.

Menurut Ketua KORUT Fajar Sumantri, doa bersama itu merupakan suatu bukti kekompakan masyarakat yang menggarap di kawasan hutan (dengan izin). Doa bersama itu semacam “cara lain” dalam penanganan konflik satwa liar (gajah) yang telah terjadi di Tanggamus.

”Segala isi alam adalah milikNya. Dan segala yang terjadi adalah kehendakNya. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini mari kita bersama memohon yang terbaik kepadaNya sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya berbagi ruang antara manusia dan satwa yang juga memiliki hak atas tanaman yang ada di kawasan,” ujar Fajar Sumantri.

Selanjutnya, masih kata dia, berbagi peran multi-stakeholder sangat dibutuhkan dalam permasalahan konflik ini. Khususnya Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta jajarannya, yaitu TNBBS dan BKSDA. Lalu DPR RI, DPRD Provinsi Lampung, dan DPRD Kabupaten Tanggamus.

”Dan yang pasti Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kehutanan dan KPHL serta Pemerintah Kabupaten Tanggamus beserta Jajaran hingga ke tingkat pekon,” ungkap Fajar lagi.

Setelah penyampaian sambutan-sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah dengan tema Berbagi Ruang Menuju Kedamaian Sesama Makhluk Ciptaan Tuhan YME yang disampaikan oleh Dandim 0424/Tanggamus Letkol (Arh) Anang Hasto Utomo. Disambung dengan doa bersama yang diimami Ustadz Syarifudiin. Selain memohon perlindungan, keselamatan, dan kebarokahan, doa bersama itu juga turut mendoakan Almarhumah Mbah Surip yang telah menjadi korban dari konflik antara satwa gajah dengan manusia.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Tanggamus heri Agus Setiawan, S.Sos., Kasat Binmas Polres Tanggamus Iptu. H. Irfansyah Panjaitan mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma, Kepala KPHL Kotaagung Utara Zulhaidir, S.P., M.Si. dan Camat Bandar Negeri Semuong Suwandi. (ayp)