. . .

Ratusan Hektare Padi di Kalirejo Terancam Kekeringan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, KALIREJO – Kurang lebih sebanyak 150 Hektar tanaman padi sawah yang ada di beberapa kampung di Kecamatan Kalirejo, khususnya Kampung Wayakrui dan Kampung Kalirejo,  terancam gagal panen karena kekurangan air (Kekeringan). Seperti kita ketahui bahwa satu bulan terakhir ini hampir tidak pernah turun hujan, sehingga jika sampai satu bulan kedepan masih juga tida ada hujan, maka bisa dipastikan luasan tanaman padi tersebut akan kekeringan.

Demikian seperti yang disampaikan oleh Hi. Mujiyo,S.P, selaku Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Kalirejo. Dikatakannya bahwa total tanaman padi sawah di Kecamatan Kalirejo yaitu seluas 1.184 Hektar, dan 150 hektar diantaranya saat ini terancam kekurangan air.

Hal itu dikarenakan, petani pemilik sawah tersebut terlambat dalam melaksanakan tanam padi, sehingga saat ini umur tanaman padi tersebut masih dibawah satu bulan. Sedangkan secara umum untuk Kecamatan Kalirejo, umur tanaman padi rata-rata sudah 2 bulan lebih, sehingga mereka bisa dikatakan aman, bahkan beberapa petani sudah ada yang panen padi.

“Memang beberapa areal tanaman padi sawah di Kecamatan Kalirejo akan terancam kekurangan air, yaitu kurang lebih seluas 150 Hektar. Sebab tanaman padi tersebut masih berumur kurang dari satu bulan. Kemungkinan jika dalam satu bulan kedepan tidak ada hujan, tanaman tersebut akan kekeringan,” jelasnya.

Masih dikatakannya bahwa sebagai salah satu solusi untuk menyikapi ancaman kekeringan, menurutnya adalah dengan optimalisasi mesin pompa air. Yaitu dengan memanfaatkan sungai Way Waya untuk dialirkan dengan menggunakan mesin pompa air.

Selain itu, Mujiyo juga menyampaikan bahwa untuk mempersiapkan musim tanam gadu yang akan datang, pihaknya menyarankan agar petani dapat membudidayakan tanaman kedelai, baik di lahan sawahnya atau dilahan daratan. Menurutnya, tanaman kedelai merupakan salah satu tanaman yang cukup menguntungkan. Hal itu juga sesuai dengan program tanam yang dianjurkan, yaitu Padi-Padi-Palawija (Padi-Padi-Kedelai).

Dikatakan juga bahwa tanaman kedelai selain berumur pendek juga memiliki pasar yang baik, dimana hasil produksi tanaman kedelai lokal mempunyai harga yang lebih mahal dari pada kedelai impor. (den/tnn/hkw)