Qorinilwan: Pasar Murah Nanti “Kurang Nendang”

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA –  Perhelatan pasar murah yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, untuk menekan kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako), memasuki bulan puasa hingga lebaran tahun 2018 dinilai tidak semarak dan berdampak langsung pada masyarakat.

Hal itu diungkapkan, Kepala Dinas Perdagangan Lamsel, Qorinilwan saat mengikuti rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan yang berlangsung di Aula Krakatau Sekretariat Pemkab Lamsel, Selasa (15/5).

“Pasar murah nanti,” Kurang Nendang”. Kenapa saya berkata seperti itu, karena anggaran untuk penyelenggaran pasar murah tersebut dipangkas sebesar 50% dari tahun sebelumnya yang memiliki anggaran cukup besar,” kata Qorinilwan.

Dalam rapat bersama membahas soal penyelenggaran pasar murah, lanjut Qorinilwan akan diserahkan ke masing-masing kecamatan untuk anggarannya.

“Tetapi para camat merasa keberatan dan tidak sanggup, karena anggaran terbatas untuk gelar pasar murah tersebut. Hal itu, memang sudah saya prediksi atas jawaban dari para camat akan seperti itu sehingga kegiatan pasar murah itu nantinya kembali dibebankan ke kami (Disprindag_red) dalam penyelenggaraanya,” cetus dia.

Oleh karena itu, wajar saja jika pasar murah yang akan digelar nantinya tidak akan semewah dan semarak seperti tahun sebelumnya.

“Yang jelas, nanti akan kita lihat seperti apa perhelatan pasar murah yang minim anggaran. Meski, ada wacana akan menggandeng pihak perusahan,” kata dia.

Pernyataan Kepala Dinas Perdagangan tersebut, ditanggapi dingin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Priyanto Putra, tujuan diadakan pasar murah adalah untuk menekan kenaikan harga sembako disaat bulan puasa dan menjelang lebaran. Sehingga masyarakat dapat memenuhi sembako pada perayaan keagamaan tersebut.

“Nanti akan kita bahas kembali, mengenai rencana pasar murah tersebut sembari kita mencarikan solusi mengenai anggarannya,” pungkasnya. (jhn/hkw)

News Reporter