Qomarul Lailiah, Wasit Berhijab Satu-satunya di Piala Sudirman 2017

0
374
views

TRANSLAMPUNG.COM-Didaulat untuk memimpin beberapa pertandingan Piala Sudirman 2017 di Carrara Sport and Leisure Center, Gold Coast, Queensland, Australia, Qomarul Lailiah konsisten pada identitasnya sebagai muslimah. Dia tetap menggunakan hijab saat menjalani profesinya itu. Berbagai kisah unik, termasuk menjalankan puasa di Australia, dibaginya kepada Jawa Pos (jpg).

FARID S. MAULANA, Gold Coast

RATUSAN penonton terhenyak saat melihat wasit yang memimpin pertandingan babak fase grup antara Jepang dan Malaysia. Termasuk para atlet Jepang, baik yang berada di bench maupun yang akan bertanding.

Mereka melihat wasit perempuan bernama Qomarul Lailiah berdiri di atas tribun tengah lapangan dan bersiap memimpin pertandingan. Wasit itu berhijab. Sebuah pemandangan yang jarang terlihat pada ajang bulu tangkis sebesar Piala Sudirman.

Lia –panggilan Qomarul Lailiah– yang sadar jadi pusat perhatian seakan tak mau peduli. Dia tetap berfokus pada tugasnya sebagai pengadil lapangan. Dia juga tidak ingin ada pandangan remeh tentang perempuan muslim berjilbab yang memimpin pertandingan.

Hasilnya, game yang menentukan Jepang dan Malaysia untuk lolos ke babak selanjutnya itu berjalan dengan sangat baik. Kepemimpinan Lia diacungi jempol oleh berbagai kalangan. Dia bahkan tegas ketika pemain Jepang atau Malaysia berusaha mengulur waktu dengan mengganti shuttlecock atau meminta waktu untuk mengusap keringat. ’’Saya tetap menjalankan SOP pertandingan. Saya tidak mau jadi kendur hanya karena dipandang sebelah mata pakai hijab. Pertandingan harus berjalan sesuai aturan,’’ tegasnya.

Lia memang menjadi satu di antara puluhan pengadil lapangan dari berbagai negara yang ikut meramaikan ajang dua tahunan itu. Dia merupakan satu-satunya wakil Indonesia di ajang tersebut. Arek Surabaya itu diberi mandat besar untuk memimpin event yang jadi lambang supremasi kejuaraan bulu tangkis beregu internasional tersebut.

Perempuan yang sehari-hari berprofesi guru di SDN Sawunggaling 1 itu menyatakan, tidak pernah tebersit sedikit pun untuk melepas hijab. Meskipun dia diberi tugas besar memimpin pertandingan di Piala Sudirman 2017. Menurut dia, hijab merupakan salah satu identitas dan kewajibannya sebagai seorang muslim. Itu harus dijalankan secara konsekuen dalam keadaan apa pun. ’’Padahal, di ajang itu saya ujian untuk sertifikasi BWF (Badminton World Federation, Red),’’ katanya, lantas tersenyum.

Bukti kinerjanya yang baik membuahkan hasil. Selama menjadi wasit dalam enam pertandingan, Lia akhirnya lolos dan resmi mendapatkan sertifikat BWF. Dia kini menyandang predikat perempuan satu-satunya di Indonesia yang mempunyai sertifikat wasit BWF. Prestasi yang cukup mentereng bagi wasit di cabang olahraga dengan peminat berjibun di Indonesia itu.