PWI Sayangkan Ucapan Walikota Metro

0
112
views
Sekretaris PWI Kota Metro, Abdul Wahab

TRANSLAMPUNG.COM, METRO- Pengurus PWI Kota Metro Menyayangkan kepada Walikota Metro Ahmad Pairin tentang perkataan dirinya kepada awak media yang menuding pertanyaan wartawan kepadanya tidak profesional.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro, Abdul Wahab menegaskan, selaku Kepala daerah seharusnya tidak bisa mendikte pekerja pers, semestinya Seorang Walikota seharusnya lebih faham bahwa pers adalah pilar ke-4 Demorkasi sebagai kontrol sosial.

Perkara pertanyaan apa yang akan dilontarkan kepada dirinya,  itu sah sah saja, justru wartawan dilapangan harus cerdas dan kreatif untuk menentukan angle agar berita tersebut dikemas menjadi menarik, asalkan berita dimaksud layak diterbitkan dan bukan berita bohong/hoax.

Selain itu, Ahmad Pairin semestinya lebih improv dan bisa menjawab pertanyaan pewarta, karena pertanyaan yang dikonformasi  awak media kepadanya itu masih dalam koridor kegiatan linmas yakni  tentang seragam yang mereka pakai.

Wahab menegaskan kepada walikota Metro agar tidak mengintervensi para pekerja pencari  berita khususnya di Bumi Sai Wawai. Pasalnya mereka bekerja  patuh dengan Kode etik dan dilindungi  undang undang pokok pers.

“pak wali itu kan kepala dearah dan sudah terbiasa diwawancarai wartawan.  Harusnya apapun pertanyaan wartawan dia harus bisa jawab dong, kalau dia tidak bisa menjawabnya kan tinggal sampaikan saja perkataan yang santun kepada wartawan jika masalah pertanyaan itu silakan tanyakan kepada anak buahnya yang membidanginya.  Kenapa dia harus mendikte dan mengajari wartawan untuk mempertanyakan kepadanya pertanyaan yang profesional.  Kan aneh”, ujar wahab.

“ Harus diketahui, wartawan itu tidak hanya membuat berita seremonial  berupa berita pembangunandaerah  saja dong, harus berimbang bahwa kerja pers tujuan  utamanya sebagai kontrol sosial dan untuk kepetingan orang banyak” tuturnya.

Mantan Reporter MNC MEDIA ini berharap, kepada Walikota serta seluruh pejabat di Bumi Sai Wawai atau pun kepada siapa saja,  agar tidak takut dan alergi menghadapi para pencari berita yang benar-benar jelas.

Berita sebelumnya bermula saat salah satu wartawan media cetak Provinsi Lampung menanyakan berapa jumlah anggaran bagi Linmas di Bumi Sai Wawai kepada Walikota. Bukan menjawab bertanyaan tersebut, mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) itu malah mengoreksi pertanyaan awak media yang dirasa keluar dari konteks kegiatan tersebut.

“Jadi bapak ini media? Kalau media itu tanyanya jangan gitu, ya nggak. Yang di tanya itu kegiatan ini apa sih maknanya. Tahu-tahu yang ditanya kok baju, coba kalo yang ditanya itu agak profesional dikit. Jadi itu koreksi saya ya,” cetus Pairin pergi tanpa menjawab pertanyaan awak media, Senin (19/06)

Pasalnya, dari pantauan saat apel terlihat beberapa anggota Linmas dari beberapa kelurahan tampak berbeda karena tidak menggunakan seragam yang sama. Pun salah satu anggota Linmas mengaku sejak awal bertugas sebagai Linmas dirinya tidak mendapatkan seragam.

”Enggak ada, emang enggak dikasih. Kalau yang pada punya seragam itu buat sendiri,” kata dia yang menolak dituliskan namanya.

Sejumlah awak media menyayangkan sikap Walikota Metro yang menilai wartawan tidak profesional akibat menanyakan anggaran Linmas. Pasalnya, media tidak menerbitkan berita tanpa konfirmasi namun telah mencoba menghimpun data secara langsung kepada Walikota.(lik)