Putus Kontrak, Pedagang Minta Uang Muka Dikembalikan

Harap Walikota Tinjau Pedagang dan Proyek Smep

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Kondisi tempat relokasi para pedagang eks Pasar Smep kian terpuruk, beriring dengan nasib pedagang yang tidak menentu. Dewan pun memutuskan untuk merekomendasi putus kontrak pengembang PT. Prabu Makmur.

Rekomendasi tersebut sudah sejak lama diharapkan eks pedagang Pasar Smep. Tetapi bila memang rekomendasi tersebut benar, pedagang mengharapkan uang muka 30% mereka dikembalikan.

“Jikalau memang sudah tidak sanggup lepaskanlah proyek ini, tetapi kembalikan uang dan hak lapak berdagang kami. Jangan pergi dan tinggal tanggung jawab,” ujar Sekretaris Himpunan Pedagang Pasar Smep (HPPS), Aan Hidayat saat ditemui di relokasi pedagang Pasar Smep.

Aan menjelaskan para pedagang sudah membayar uang muka kepada pihak pengembang. Uang muka yang sudah dibayarkan sebesar 30 persen dari harga kios. Harga kiosnya pun bervariasi mulai dari Rp250 juta sampai Rp500 juta.

“Saya sendiri sudah membayar Rp10 juta, awalnya kami beritikad dapat melunasi selama enam bulan. Tetapi, dua bulan berjalan tidak terlihat keseriusan pengembang untuk membangun. Bahkan hingga memasuki empat tahun kini tiada bangunan berarti,” ujarnya.
Dia menuturkan pihaknya sempat hendak melaporkan pengembang ke perkara hukum. Tetapi pengembang selalu melontarkan janji dan janji untuk terus membangun. Akhirnya pihaknya mengurungkan niat tersebut.

“Tetapi janji bahkan tanda tangan di atas matrai hanya omong kosong. Pembangunan terus mangkrak dan mangkrak kembali,” tegasnya.

Kondisi pasar becek saat hujan, bahkan kesenjangan antar pedagang kios dengan pedagang eks Pasar Smep terjadi. “Akhirnya banyak usaha pedagang berujung pada tutup usaha. Pendapatan menurun, pedagang kian geram,” ujarnya.

Dia mengungkapkan tercatat dari 600 pedagang dinilainya sebanyak 40% mengalami kebangkrutan. Anehnya kondisi tersebut tidak membuat Pemerintah Kota melek akan kondisi pedagang.

“Ini pasar di tengah kota loh, masa kondisinya menggenaskan seperti ini. Becek, terbengkalai, tidak beraturan dan perputaran ekonomi pedagang menurun. Kenapa Pemkot hanya sibuk getol ingin membangun fly over dan fly over,” herannya.

Mewakili para pedagang di Himpunan Pedagang Pasar Smep menuturkan pedagang berharap Walikota Bandarlampung, Herman H.N bisa turun melihat kondisi masyarakat di pasar ini.

“Ke mana lagi kami harus mengadu, berulang kali kami telah menghadap ke dewan dan hasilnya masih nihil. Dengarkanlah kesedihan kami pak Walikota,” harapnya.
(cw15/

News Reporter