. . .

Putri dari Keluarga Kekurangan Kini Dirawat di RSCM, Perlu Kepedulian Semua Pihak

image_print

DERITA KEBOCORAN JANTUNG: Inilah Anika Nur Hasanah (11) yang sudah setahun lalu mengidap kebocoran jantung. (Foto: DOK POLSEK TALANGPADANG)

Anika Nur Hasanah, Bocah Sebelas Tahun Asal Tanggamus yang Menderita Kebocoran Jantung

ANIKA Nur Hasanah tak seberuntung anak-anak lain seusianya. Saat teman-temannya bisa bermain gembira menikmati masa kanak-kanak, bocah sebelas tahun asal Pekon Bandingagung, Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Tanggamus itu justru harus berjuang melawan kebocoran jantung yang dideritanya. Perlu biaya berobat yang tidak murah, itu sudah pasti. Kepesertaan pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) cukup meringankan beban orang tua Anika, Marwan (38) dan Lasini (37). Pun demikian, Anika yang kini dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta sejak sekitar sebulan lalu, tetap memerlukan kemurahan hati dari sesama. Apalagi Marwan hanya bisa menghasilkan pundi-pundi Rupiah dari hasilnya mengojek dan mengumpulkan rongsokan.

Laporan A. Yogy/TANGGAMUS  

PEMANDANGAN tak biasa tertangkap mata, Selasa (25/9). Sebuah kotak sumbangan dibawa oleh salah seorang anggota Polsek Talangpadang, Kabupaten Tanggamus. Ternyata para anggota polsek setempat, sedang menggalang dana untuk Anika Nur Hasanah (11). Kondisi Anika yang tergolek lemah di RSCM Jakarta, situasi kehidupan ayahanda dan ibundanya yang kekurangan, apalagi untuk membiayai pengobatan putri mereka, kali pertama diketahui personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Talangpadang, Bripka. Edi Darul Mustofa. Mengetahui salah satu keluarga di wilayah binaannya dilanda kesulitan, Edi berinisiatif menyampaikan itu pada Kapolsek AKP Yoffi Kurniawan.

Berdasarkan penyampaian dari anggota Bhabinkamtibmas-nya, Kapolsek Talangpadang menginisiasi penggalangan dana untuk membantu siswi kelas VI sekolah dasar itu. Yoffi Kurniawan menyebutkan, personel Bhabinkamtibmas menginformasikan ada seorang anak usia pelajar di wilayah hukumnya yang mengalami penyakit kebocoran jantung. Namun saat ini, si anak sedang dirawat di RSCM Jakarta.

”Berdasarkan informasi tersebut, kami dari polsek berinisiatif mengumpulkan sumbangan dari sesama anggota Polsek Talangpadang. Sebagai sesama, kita wajib untuk saling membantu. Apalagi ayah dari Anika hanya bekerja sebagai tukang ojek dan mengumpulkan barang rongsok untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Tentu apa yang dialami putrinya, adalah ujian yang sangat berat bagi keluarga itu,” ungkap Yoffi Kurniawan, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K, M.Si.

SUMBANGAN UNTUK ANIKA: Kapolsek Talangpadang AKP Yoffi Kurniawan memimpin penggalangan dana dari seluruh personel polsek, untuk membantu Anika Nur Hasanah yang dirawat di RSCM Jakarta. (Foto: DOK POLSEK TALANGPADANG)

Bhabinkamtibmas Bripka. Edi Darul Mustofa menyebutkan, Anika sudah mengidap penyakit langka itu sejak berusia sepuluh tahun. Informasi itu didapat Edi dari keterangan pihak guru tempat Anika menimba ilmu. Namun karena dulu belum ada biaya, setahun kemudian barulah Marwan dan Lasini bisa mengusahakan pengobatan putrinya.

”Pihak guru mendapatkan keterangan dari orang tua Anika, bahwa Anika mengalami ’lubang’ di jantungnya sudah berukuran 14 centimeter dan darah sudah memasuki paru-paru. Anika sudah menjalani operasi pertama dari total tiga operasi yang direncanakan. Dan sekarang Anika beserta orang tuanya, mengontrak sementara di seputaran RSCM,” papar Edi Darul Mustofa.

Ibunda Anika, Lasini yang berhasil dihubungi dari Talangpadang, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas apa yang dilakukan Polsek Talangpadang. Bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka.

”Terima kasih Pak Kapolsek Talangpadang dan segenap anggotanya. Semoga mendapat balasan pahala yang setimpal dari Allah SWT,” ucap Lasini via telepon seluler, Selasa (25/9) siang.

Ia juga menjelaskan, Anika merupakan putri keduanya. Suami sekaligus ayahanda Anika, bernama Marwan. Sehari-hari bekerja sebagai pengojek dan bekerja tambahan mengumpulkan barang bekas (rongsok) guna biaya hidup sehari-hari. Sekitar sebulan lalu Anika dibawa ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSUAM) Bandarlampung. Namun karena badannya semakin drop, sehingga langsung dirujuk ke RSCM Jakarta bermodalkan BPJS.

”Waktu berangkat ke RSCM sekitar sebulan lalu, anak saya dalam kondisi drop. Namun alhamdulillah operasi pertama di RSCM tanggal 17 September kemarin berjalan lancar,” tutur Lasini.

Menurut dia, upaya yang dilakukannya bersama sang suami, tidak lain semata-mata agar putri keduanya itu segera sehat dan bisa kembali bersekolah. Karena masih menunggu jadwal operasi kedua, saat ini pasutri tersebut harus mengontrak sementara di sekitar RSCM. Karena rumah singgah dari salah satu yayasan, masih penuh.

”Kemarin hingga saat ini, untuk biaya sehari-hari mengandalkan pemberian keluarga yang peduli kepada kami dan hasil pinjam sana-sini pak. Namun kemarin ada yang unggah di Facebook tentang kondisi putri kami, alhamdulillah sudah ada yang bantu juga,” pungkasnya.

Kepada masyarakat yang ingin memberikan bantuan, dapat mengirimkan melalui ATM Bank Mandiri atas nama Marwan (ayahanda dari Anika), nomor rekening 114-00-0741775-4, dengan kontak person Lasini (ibunda Anika) 085381006702. (*)

error: Content is protected !!