Puting Beliung Terjang Banjarsari

0
288
views

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Puluhan rumah di Jalan Gori RW 04 dan RW 05 Kelurahan Banjarsari Kecamatan Metro Utara berantakan diterjang angin puting beliung disertai hujan deras yang mengguyur Kota Metro dan sekitarnya, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (14/2).

“Akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun ditafsir puluhan kepala keluarga (KK) mengalami kerugian matrial yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Sejak malam uspika dari Kecamama Metro Utara, Lurah, Babinkamtibmas, Babinsa, pamong RT, RW, ketua LPM, dan warga sekitar membantu mengevakuasi puing-puing matrial bekas rumah yang hancur berantakan,” kata Lurah Banjarsari, Tugiman didamping Camat Metro Utara, Usman Abidin, S.E., M.M.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Metro Leo M. Hutabarat, S.H., didamping Sekertaris BPBD, Eko Budi Saputro, S.STP, dan Kasi Kedaruratan dan Logistik Ansori mengatakan semua data sudah direkap. Tercatat ada 21 rumah yang terkena musibah angin puting beliung, 5 diantaranya mengalami rusak berat, dan 16 rumah rusak ringan.
“Sudah dicek masing-masing rumah rata-rata kerusakan pada atap rumah genteng dan esbes. Sudah direkap total keseluruhannya, makanya adapun bantuan yang akan dibelanjakan dan diberikan langsung kepada masyarakat yakni berupa 80 lembar asbes,” ujarnya seperti dilansir dari radarmetro.com (grup translampung.com)
Lebih lanjut, kata Ansori BPBD, sejak 2012 lalu dan sekarang komples ini sudah terjadi dua kali ini terkena angin puting beliung. Kerusakan hanya rusak ringan saja, akan tetapi warga tetap di himbau tetap waspada diharapkan juga bila disekeliling rumah ada pohon besar harap di tebang karna sangat membahayakan.
“BPBD pun tidak bisa memprediksi angin puting beliung terjadi. Sebab bisa terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu dan cuaca. Bila masyarakat yang terkena musibah bencana baik skala ringan dan sedang diharapkan segera melapor ke BPBD nanti akan kita berikan bantuan seperti instuksi Walikota Metro. BPBD harus cepat, tangap, dan sigap membaca situasi dan kondisi ,” pungkasnya.(fdy/amw)