Putin: Serangan Barat ke Syria Bikin Kacau!

TRANSLAMPUNG.COM – Presiden Rusia Vladmir Putin kembali memperingatkan, serangan Barat terhadap Syria yang dilakukan lebih lanjut akan membawa kekacauan bagi dunia. Washington bersiap untuk meningkatkan tekanan pada Rusia dengan sanksi ekonomi baru.

Dalam percakapan Putin melalui telepon dengan mitranya di Iran, Presiden Iran Hassan Rouhani disebutkan kalau mereka setuju serangan yang dilakukan koalisi barat telah merusak peluang untuk mencapai resolusi politik dalam konflik di Syria. Padahal konflik Syria sudah berjalan selama tujuh tahun.

Putin menekankan, tindakan AS dan sekutunya melanggar piagam PBB. “Maka hal tersebut pasti akan menyebabkan kekacauan dalam hubungan internasional,” katanya seperti dilansir Reuters, Minggu (15/4).

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley mengatakan, AS akan mengumumkan sanksi ekonomi baru pada Senin (16/4). Sanksi tersebut akan ditujukan pada beberapa perusahaan yang berurusan dengan peralatan yang terkait dengan dugaan senjata kimia yang digunakan Presiden Syria, Bashar Al Assad.

AS, Prancis, dan Inggris meluncurkan 110 rudal di Syria pada Sabtu (14/4). Ini dilakukan usai menargetkan beberapa titik di Syria. Menurut Pentagon, terdapat tiga fasilitas senjata kimia di Syria. Peluncuran rudal tersebut disebut sebagai pembalasan atas dugaan serangan gas beracun di Douma pada 7 April lalu.

Atas dugaan serangan tersebut, negara-negara barat tersebut kemudian menyalahkan Assad atas serangan di Douma yang menewaskan puluhan orang tersebut. Pengeboman tersebut menandai intervensi terbesar oleh negara-negara Barat terhadap Assad dan sekutu Rusia.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan, ia telah meyakinkan Trump yang sebelumnya mengatakan akan membawa pasukan AS keluar dari Syria setelah tinggal untuk jangka waktu yang panjang, pada Minggu (15/4).

AS, Prancis, dan Inggris mengatakan, serangan rudal tersebut terbatas pada menghancurkan kemampuan senjata kimia Syria. Mereka tidak ditujukan untuk menjatuhkan Assad atau ikut campur tangan dalam perang saudara tersebut.(ce1/trz/JPC/jpg)

News Reporter