Purwanto: Program Jemput Bola Disdukcapil Abal-Abal

0
327
views
SIDAK: Anggota komisi I DPRD Pesawaran Purwanto saat Meninjau Pelayanan di kantor Disdukcapil pesawaran Senin (12/6).

TRANSLAMPUNG.COM ,GEDONGTATAAN -Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran menilai bahwa program jemput bola ke masing-masing desa yang digagas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil),Kabupaten Pesawaran untuk pembuatan AKTE,KK dan KTP adalah sebagai pencitraan.

Menurut Purwanto selaku Anggota DPRD Pesawaran ini menilai program jemput bola pembuatan Akte KK dan KTP selama ini hanya program bentuk pencitraan saja malah ada kesan justru mengambur-hamburkan uang karna hal yang di lakukan oleh pihak Disdukcapil semuanya menggunakan biyaya.

“Program jembut bola yang digagas Disdukcapil itu saya anggap program abal-abal. Hanya pencitraan saja dan terkesan buang-buang anggaran saja sementara manfaatnya itu ga ada sama sekali.”kataPurwanto saat dirinya melakukan kunjungan dikantor Disdukcapil setempat,Senin (12/6).

Anggota Komisi I DPRD Pesawaran ini juga mengatakan bahwa dirinya selaku wakil rakyat menilai mubajirnya program jemput bola yang di gagas Disdukcapil ke masing-masing desa ini,lantaran program tersebut hanya melakukan pendataan saja,tidak bisa melakukan perekaman dan pencetakan KTP,AKTE atau pun KK.

“Untuk apa program itu dilakukan,sementara mereka masyarakat sendiri untuk melakukan pencetakan tetep harus ke sini (Disdukcapi-Red),mendingan uang itu untuk kepentingan yang lain.”Ucapnya.

Dikatakannya,untuk saat ini saja guna pencetakan KTP di Disdukcapil masih banyak menemui kendala seperti adanya kerusakan pada Server.

“Kalau untuk pelayanan saya nilai lumayan baik,ini saja blanko KTP sudah ada sekarang,cuma untuk alat penunjangnya seperti server yang ada itu sudah usang dan harus segera diganti.Coba uang program pendataan atau jemput bola itu tidak dilakukan,kan dananya bisa untuk membeli server yang baru”Sesalnya.

Lebih lanjut dia mengutarakan,terkait adanya kendala di alat pengirim data kepusat ini (server-red),pihaknya selaku Komis I sudah melakukan langkah dengan memanggil pihak Capil.

“Pihak Capil sudah kita panggil dan kita sudah sarankan agar tahun depan dapat segera mengajukan anggaran untuk pengadaan server atau alat yang menunjang untuk kebutuhan dicapil.Kenapa harus tahun depan,karena walaupun dipaksakan ditahun ini tetep tidak bisa kita mesti harus menggu anggaran tahun 2018.”pungkasnya. (ydn)