. . .

Puluhan Ton Ikan Mati, Ini Himbauan Kadis Perikanan Lampura

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, KOTABUMI – Diduga akibat faktor cuaca puluhan ton ikan milik petani keramba ikan di Desa Pekurun Kecamatan Abung Pekurun mati mendadak, Senin (12/11)

Akibat kejadian itu diperkirakan para petani mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Kepala Dinas Perikanan Paswani Hasim saat ditemui diruang kerjanya menjelaskan, Penyebab ribuan ikan mati mendadak disebabkan oleh proses alam perubahan iklim, ” Memang dari masa musim kemarau mendekati musim penghujan sering terjadi mendung, mendung ini kan tidak ada sinar matahari, ikan kan diberi pakan terus, sementara pakan yang diberikan ke ikan mengalami proses pembakaran di tubuh ikan, karena susasana mendung tidak ada sinar matahari maka terjadi pengurangan oksigen sehingga curah hujan pun berpengaruh, Hujan kan basah bercampur dengan air, ini kan megurangi keasaman air.

” Tahun lalu kita datangkan Lab dari Karantina termasuk dari Pusat juga ada, kita bawa sample air dan ikan dibawa kepusat, ternyata tidak ada penyakit, artinya tidak ada penyakit ini penyebabnya curah hujan tersebut, ditambah lagi air yang turun dari daratan begitu banyak masuk ke bendungan tersebut, ini yang endapan di dasar air memgulma naik keatas, nah gulma yang naik keatas menjadi racun karena kekurangan oksigen, makanya ikan tersebut menjadi mabok dan pada akhirnya mengalami kematian,” papar Paswani

Oleh karenanya kami menggimbau kepada para Petani ikan keramba, kalau suasana musim kemarau masuk ke musim hujan seperti ini harus lebih berhati-hati dan dilakukan pengurangan Benih ikan, begitu juga sebaliknya dari musim hujan ke musim kemarau, karena akan berakibat pada ikan itu sendiri, harusnya para pengusaha ikan ini melakukan antisipasi lebih dini, mereka harusnya sudah menyiapkan kolam ikan buatan yang berada di daratan sehingga kodisi air lebih steril, atau paling tidak ketika kejadian begini mereka langsung angkat ikan lalu jual cepat” tutupnya (Iwan/ek)