. . .

Puluhan Tahun Beri Janji Manis Tanpa Bukti, Warga Pekon Kagungan Akhirnya Emosi

image_print

REDAM AMARAH WARGA: Kakon Kagungan Revorio Nikson (berdiri) saat memediasi pertemuan antara perwakilan warga yang emosi akibat dibohongi dengan perwakilan PT. Agung Damai Lestari. (Foto-foto: AYP)

Dari Manisnya Janji PT. Agung Damai Lestari yang Melukai Hati Warga

SEBAGAI salah satu kabupaten yang berada di tepi garis pantai, Kabupaten Tanggamus punya nilai plus tersendiri bagi para investor tambak udang. Salah satunya adalah perusahaan tambak udang paname yang dikelola PT. Agung Damai Lestari. Sayangnya perusahaan yang sudah bercokol di wilayah Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur sejak 1985 silam itu, tak kunjung merealisasikan janji-janji manisnya pada warga di sekitar lokasi tambak. Bagai bom waktu dalam hitungan mundur, akhirnya kekecewaan warga setempat sudah tak terbendung lagi. Amarah massa memuncak. Akhirnya Kepala Pekon Kagungan Revorio Nikson harus bekerja ekstra meredam api amarah warganya. Terjadilah pertemuan antara perwakilan masyarakat dengan pihak perusahaan tambak udang.

Mulutmu adalah harimaumu. Pepatah lama itu yang seharusnya menjadi warning bagi PT. Agung Damai Lestari. Masyarakat Pekon Kagungan menuding, selama ini perusahaan tambak udang skala besar itu tidak konsisten dengan janji-janji manis yang dilontarkan. Mulai dari janji untuk membantu meningkatkan status jalan pekon sampai memasang lampu penerangan jalan pekon. Hingga Kamis (4/10), janji manis itu seolah terkubur bersama waktu.

Parahnya lagi, belum tuntas urusan janji manis, direksi PT. Agung Damai Lestari kembali berulah dan memancing amarah warga setempat. Pasalnya belum lama ini, sekitar lima unit ekskavator melintasi jalan Dusun I Pekon Kagungan. Sementara jelas tonase jalan di dusun tersebut, bukan jalan dengan kelas tonase berat. Dampaknya, jalan di Dusun I dalam kondisi aspal hot mix yang tadinya nyaman untuk dilewati warga, kini rusak. Warga semakin merasa dijajah, sebab pihak perusahaan dituding sama sekali tidak meminta izin sebelum kelima unit alat berat itu melintas.

Perusahaan tambak udang yang dinilai warga hanya mengumbar janji-janji manis, diperparah dengan perilaku yang sudah semena-mena, kontan memicu amarah warga setempat. Guna menghindari aksi-aksi brutal dan anarkis yang tidak diharapkan, akhirnya Kepala Pekon Kagungan menginisiasi pertemuan antara perwakilan warga dengan pihak perusahaan. Harapannya dengan pertemuan tersebut, amarah warga bisa teredam.

”Rapat dilaksanakan di Balai Pekon Kagungan. Hadir Ketua Badan Hippun Pemekonan (BHP) Pekon Kagungan Alfian AZ, Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis, Danramil Kotaagung Kapten (Inf ) Julian Abri, perwakilan masyarakat, dan Ir. Heru Purwala selaku perwakilan PT. Agung Damai Lestari,” ujar Revorio.

Terpisah, salah seorang warga setempat, Munjir membeberkan, saat perusahaan tambak udang meminta izin untuk mendirikan tiang listrik, mereka menjanjikan akan memasang penerangan jalan pekon menggunakan kabel PLN.

”Namun hingga sekarang, janji yang pernah dari pihak tambak udang itu belum juga direalisasikan. Belum bisa menepati janji yang sudah puluhan tahun lalu kepada kami, sekarang pihak tambak secara sepihak membiarkan alat berat melintasi jalan dusun kami. Jika pihak tambak memasukkan alat berat tanpa ada izin, ini namanya semena-mena. Sama sekali nggak menghormati masyarakat yang ada,” keluh Munjir disambut sorakan puluhan warga lainnya yang hadir.

Selain itu, warga turut menyesalkan sikap pengelola tambak yang tidak memberdayakan warga pekon sebagai tenaga kerja. Bukan melulu karena tidak adanya tenaga kerja yang diambil dari Pkeon Kagungan. Namun memang sejak awal, pihak tambak udang dianggap kurang ada koordinasi (tata krama) dengan warga pekon.

Sebagai kepala pekon, Revorio Nikson membenarkan keluhan warga pekonnya. Menurut dia, warganya sebenarnya sudah sejak lama mengeluh. Lalu mediasi seperti ini, juga sudah pernah dilakukan. Namun belum pernah menemukan titik terang.

”Pemberdayaan untuk masyarakat saya pun nggak ada. Padahal untuk tenaga kerja, baik tukang maupun buruh, kami ada. Saking kurangnya koordinasi dari pihak perusahaan ke pihak pekon, kami sebagai aparat pekon pun nggak tahu berapa jumlah pekerja di tambak udang itu,” ujar Revorio.

Yang sangat disesalkan lagi, dia melanjutkan, tidak ada izin dari lingkungan atau pun pemerintahan pekon, namun secara mengejutkan lima unit alat berat yang disewa pihak tambak memasuki pemukiman warga.

SURAT KLAIM PERUSAHAAN: Kepala Pekon Kagungan Revorio Nikson menunjukkan surat berisi tandatangan, yang menurut kakon surat tidak jelas fungsinya dari PT. Agung Damai Lestari.

”Tandatangan yang mereka minta ke saya, itu belum saya tanda tangani. Hanya ada tandatangan dari masyarakat yang dipilah-pilih oleh perusahaan. Dan itu bukan tandatangan dari wagra yang berbatasan langsung, baik dalam perluasan lahan maupun warga di sekitar lingkungan tambak. Padahal seharusnya, izin dari lingkungan terdekat yang paling diutamakan. Bukan hasil pilah-pilih. Namun yang pasti, di situ belum ada tandatangan dari saya sebagai kepala pekon,” papar Revorio.

Jawaban Juru Bicara PT. Agung Damai Lestari “Cari Aman”

SEMENTARA  dari perwakilan tambak udang PT. Agung Damai Lestari, Heru Purwala mengatakan, dirinya tidak dapat mengambil keputusan apa pun. Sebab apa yang menjadi keluhan masyarakat Pekon Kagungan, baru akan disampaikan dulu ke jajaran direksi.

”Saya sendiri baru bergabung di perusahaan ini tahun 2006 lalu. Jadi masalah janji-janji itu, saya tidak tahu. Tetapi hal ini tetap akan saya sampaikan kepada pihak perusahaan untuk mengingatkan mereka. Dan untuk masalah izin, mungkin ini ada miskomunikasi. Atau ada orang kita, yang kurang cakap dalam menyelesaikan semua perizinannya,” dalih Heru.

Saat diberondong dengan sejumlah pertanyaan oleh sejumlah wartawan terkait permasalahan antara pekon dengan perusahaan, Heru mengaku mengetahui itu. Namun lagi-lagi dia berdalih, bigboss perusahaan itu tidak bisa turun langsung untuk menyelesaikan masalah ini. Sebab dalam kondisi sakit.

Boss perusahaan ini nggak bisa turun ke sini, karena dalam sedang kondisi sakit stroke ringan. Untuk berbicara atau mengobrol saja, beliau sudah kesulitan. Tapi saya usahakan, boss bisa hadir pada pertemuan selanjutnya,” singkat Heru. (ayp)