. . .

Puluhan Pasang Mahasiswa, Duda dan Janda Terjaring Razia di Wisata Rindu Alam

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN -Upaya untuk menegakan Peraturan Daerah ketentraman dan Ketertiban umum,tentang tertib sosial atau penertiban penyakit sosial pihak Satuan  Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pesawaran lakukan Razia di beberapa Taman Wisata Di Bumi Andan Jejama , Rabu (19/9/18).

Dalam Razia yang di lakukan oleh  Kepala Bidang Penegak Perundang undangan Daerah Sat Pol PP Pesawaran  Joko Dian Suharyono SH, berseta anggotanya ini melakukan razia di salah satu Taman Wisata yang ada di Kecamatan Teluk Pandan kabupaten Setempat.

Alahasil dalam Razia yang dilakukan oleh jaran Polisi Pamong Praja di salah satu Taman Wisata yang di ketahu bernama Taman Rindu Alam telah mengamankan  beberapa pasangan mahasiwa, janda dan duda.

“Kita melakukan penertiban penyakit sosial ini di taman Wisata Rindu Alam yang ada di Kecamatan Teluk Pandan. Hasil dari penertiban ini, sebanyak sepuluh pasang yang terdata, kebanyakan mahasiswa dan pasangan duda handa yang kita amankan,”kata  Joko Dian Suharyono.

Menurut Joko Dian Suhayono setelah pihaknya melakukan penertiban dan mengamankan beberapa pasangan tersebut pihaknya melakukan pendataan dan memberikan teguran.

“Kita telah memberi teguran kepada sepuluh pasang yang berstatus belum menikah. Selain pendataan, kita juga memberikan pengarahan. Nah ,pengarahan yang kami lakukan adalah, katagori apa yang telah di lakukan merupakan pelanggaran Peraturan Daerah Nomor 09 tahun 2017, tentang trantibum masalah penertiban sosial, apa bila masih mengulangi maka kita berikan sangsi atau denda,”ucapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa denda yang di maksud bukan hanya untuk yang terjaring di penertiban penyakit sosial saja, tapi selain itu masih ada lagi yang bisa terkena denda.

“Di penertiban ini, yang bisa terkena denda ada dua macam, pertama Penertiban Penyakit Sosial, besaran Denda Rp 250 ribu sampai satu juta selain denda juga sanksi yang kita lakukan seperti Sanksi Administratif Penahanan KTP,”jelasnya.

Untuk megakkan perda sepeti penertiban penyakit sosial dan penertiban jalan ini, kata Joko, pihaknya akan melakukan Rizia secara rutin dan berkelanjutan.

“Ya, penertiban ini, kita lakukan terus menerus, tapi dengan waktu yang tidak kita tentukan,” pungkasnya. (*/ydn)

error: Content is protected !!