PT.SUN Terima TBS Kelapa Sawit Legal, Melalui DO Suplayer Resmi.

0
250
views

TRANSLAMPUNG.COM
PANARAGAN–PT.Surya Utama Nabati (SUN) satu dianntara Prusahaan perseroan terbatas yang bergerak di bidang industri pabrik kelapa sawit (PKS‎) di Tiyuh Indraloka, Kecamatan Way kenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) sejak beberapa tahun lalu.

Tentunya, legalitas keberadaan prusahaan perseroan terbatas tersebut telah didirikan bedasar ketentuan hukum, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Republik indonesia.

Menurut Benny irawan, selaku Direktur utama PT.Surya Utama Nabati (SUN) Prusahaan yang dipimpinnya tersebut suatu prusahaan industri, yang beraktipitas selain berkebun, juga menerima dan mengelola ‎langsung Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sebagai bahan dasar minyak goreng mentah di prusahaan nya.

” untuk memenuhi kebutuhan produksi prusahaan, selain mengolah ‎hasil kebun sendiri, kami juga menerima atau membeli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari pihak pertama selaku pemilik Dilevery Order (DO) atau Surat Jalan Pemesanan dengan Legalitas resmi bedasarkan surat pernyataan kesepakatan antara pihak pertama, dan pihak kedua PT.SUN secara tertulis.” Kata Benny, kepada Trans lampung.com  pada (10/11/2017) beberapa waktu lalu.

Lanjut dia, adapun isi surat Legalitas pembelian, Penjualan Tandan Buah segar (TBS) Kelapa sawit tertuang sebagai berikut. Pernyataan legalitas penjualan TBS Sawit tersebut dibuat ‎ di Tiyuh Indraloka, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tuangbawang Barat, pada 4 Februari 2014 lalu, oleh‎ Sumadi, warga kebun dalam Rt004-Rw003, Kelurahan kebun dalam Kecamatan way serdang‎, Kabupaten mesuji, terbilang selaku Petani atau Penjual Pemilik DO juga suplayer TBS, disebut sebagai pihak pertama.

‎selanjutnya, PT.Surya Utama Nabati (SUN) suatu perseroan terbatas ‎yang diwakili oleh Benny irawan selaku Direktur utama, disebut pihak kedua atau pembeli yang sebelumnya kedua belah pihak telah menjelaskan secara tertulis terlebih dahulu.‎ Bahwa pihak pertama merupakan petani sawit,‎ selanjutnya pihak kedua merupakan suatu persero terbatas yang bergerak di bidang industri pabrik kelapa sawit PKS‎, untuk itu dalam rangka kebutuhan operasional ‎pabrik PKS pihak kedua PT.SUN memerlukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari petani dan suplayer,  tentunya dengan Legalitas resmi adanya.

” Bedasarkan hal-hal tersebut di atas maka dengan ini pihak pertama pemilik Dilevery Order ‎(DO) selaku suplayer menjamin bahwa TBS sawit yang dijual ke Pihak Kedua PT.SUN adalah TBS sawit Legal dan Resmi. Adapun segala akibat, resiko dari penjualan TBS sawit bedasarkan kesepakatan perjanjian ini sepenuhnya tanggung jawab pihak pertama, dan dengan ini pihak pertama membebaskan pihak kedua dari segala kemungkinan atau munculnya tuntutan dari pihak ketiga baik secara perdata maupun pidana. Demikian surat pernyataan ini dibuat dalam rangkap dua, masing-masing asli dengan isi dan bunyi pernyataan yang sama dibubuhi materai, juga mempunyai kekuatan hukum yang sama setelah di tandatangani oleh kedua belah pihak. ” Terangnya.

Lebih lanjut dia uraikan, ‎Prusahaan yang di pimpinnya selama ini tidak pernah menerima atau membeli kelapa sawit ilegal, pihaknya sekedar menerima Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang masuk melalui DO Suplayer resmi juga terdaftar legalitasnya di perusahaan.

” terkait kelapa sawit masuk ilegal di Prusahaan kami tidak tahu, sebab itu bukan tanggung jawab kami melainkan sepenuhnya tanggung jawab pihak pertama pemilik DO suplayer, karenan kamipun turut menjadi korban penipuan jika kelapa sawit yang mereka jual ilegal.” imbuhnya. (Dirman)