img-20161012-wa000520161012_123528TRANSLAMPUNG – Ratusan massa yang mengatasnamakan dari Organisasi Pejuang Tanah Rakyat(OPTR) menggelar aksi di depan kantor DPRD Lampung dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Lampung Rabu( 12/10).

Ratusan masa tersebut menuntut lahan mereka yang berada di desa Panca Bakti kecamatan Tegineneng kabupaten Pesawaran seluas 571 hektar yang diduga kuat dirampas oleh PT.PN VII wilayah Lampung.

 “PT.PN VII merampas lahan dan mengusir kami sejak 1985 sampai sekarang,” kata ketua OPTR, Wahono dalam rilisnya.

Wahono mengatakan bahwa pihaknya mempunyai bukti-bukti dan telah menemukan penyimpangan yang menyebabkan hilangnya hak atas lahan warga, perladangann pertanian dan lahan pemukiman yang menyebabkan warga desa Panca Bakti kehilangan mata pencaharian.

“Rakyat menjadi miskin dan sengsara bertahun-tahun,” ujarnya.

Mereka meminta pemangku kepentingan Provinsi Lampung untuk segera menindaklanjuti hasil dari kesepakatan yang telah dimediasi oleh tim 13 sesuai dengan notulen rapat yang ditandatangani oleh para pihak, pada 7 April 2005.

 “Dan telah disepakati secara bersama-sama untuk dilakukan pengukuran ulang lahan itu. Agar ada kepastian di lahan area HGU No. 53/2002 seluas 4.242 hektar dimiliki oleh PT.PN VIIn” ujarnya.

Kemudian lanjut dia, soal klaim lahan warga Panca Bakti adalah bukan lahan HGU PT.PN VII, dikarenakan adanya dugaan luas perkebunan kelapa sawit PT.PN VII telah melampaui batas HGU.

“Artinya HGU PT.PN VII tidak sesuai,” ucapnya.

Dia juga menambahkan bahwa pihak PT.PN VII Lampung harus melaksanakan apa yang telah disepakati dan diputuskan tim 13.

“Kami harap pelaksanaan ukur ulang area PT.PN VII segera. Agar situasi kondusif,” ujarnya.  

Sementara Anggota DPRD Lampung, Zamzani Yasin mengatakan, DPRD Lampung akan mempelajari dulu persoalan ini.

“Karena kami juga perlu pembuktian,” ucap Politisi NasDem ini.

Sampai berita inibditurunkan humas PT.PN VII, Andi Firmansyah dan Sopian belum berhasil dikonfirmasi (ydn).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.