PT Pandu Jaya Buana Dinilai Tak Profesional

0
201
views

TRANSLAMPUNG.COM, GUNUNGSUGIH – Tidak adanya progress yang jelas terkait pembangunan lantai dua Pasar Bandarjaya Plaza memancing reaksi anggota DPRD Lamteng. Kali ini disampaikan Wakil Ketua I J. Natalis Sinaga, Minggu (9/7).

Natalis menilai, proses pembangunan Pasar Bandarjaya Plaza, khususnya lantai dua, telah berlangsung cukup lama, yakni satu tahun lebih. Namun, progress pembangunan tidak ada yang siginifikan dan justru berdampak negatif bagi pedagang yang berada di lantai satu.

“Ini saya melihat, selama  satu tahun hanya bisa membuat tangga di bagian depan pasar saja. Seharusnya, kalau pengembang profesional pembangunan pasar di lantai dua sudah selesai. Pengembang pasar terlihat tidak profesional dan layak untuk diganti meski perjanjian kerjasama (PKS) berakhir akhir tahun 2017,” tegas Natalis.

Pembangunan pasar di lantai dua yang terkatung-katung dan tak kunjung selesai, menurut Natalis, juga berdampak pada pedagang dan pembeli. “Kalau seperti ini kasihan para pedagang di lantai satu karena pendapatan yang diterima menurun. Karena terganggu dengan kegiatan pembangunan. Apalagi ini sudah berlangsung lama. Saya buka tidak mendukung pembangunan pasar, tapi hendaknya lebih selektif memilih pengembangan,” kata politisi PDIP ini.

DPRD Lamteng, kata Natalis, meminta kepada Pemkab Lamteng untuk mengambil langkah tegas kepada pihak pengembang. Sebab, batas waktu pembangunan sesuai dengan PKS hingga Desember 2017 dalam hitungan bulan dan diyakini tidak akan mampu terselesaikan. Salah satu solusi yang bisa dilakukan, yakni hanya dengan mengganti pihak pengembang, dalam hal ini PT Pandu Jaya Buana.

Kendati menyarankan agar pengembang pasar diganti, DPRD Lamteng tetap akan memanggil PT Pandu Jaya Buana untuk meminta penjelasan terkait dengan lambatnya pembangunan. “Nanti melalui Komisi II dan Komisi III akan kami perintahkan untuk memanggil pengembangnya dan termasuk dinas terkait,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Lamteng sebagai salah satu Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD) kecewa dengan pihak PT Pandu Jaya Buana selaku pengembang Pasar Bandarjaya Plaza (BJP). Ini menyusul tidak adanya laporan progress pembangunan lantai dua pasar terbesar di Lamteng tersebut oleh pihak pengembang.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan Lamteng Rusmadi mengatakan, sejak ditandatangani perjanjian kerjasama (PKS) antara Pemkab Lamteng dan PT Pandu Jaya Buana pada Maret 2016 hingga saat ini belum pernah ada laporan progress pembangunan. Sementara sesuai dengan PKS, pembangunan akan berakhir pada Desember 2017.

“Nanti kita akan evaluasi dulu. Kami juga sudah pernah memberikan surat teguran kepada PT Pandu Jaya Buana agar pembangunan bisa selesai sesuai dengan PKS. Tapi, kami melihat hasilnya masih rendah. Mungkin progress-nya baru tercapai sekitar tujuh persen. Kalau yang mengerti teknisnya ini Dinas Pemukiman. Tapi, yang jelas sampai sekarang kami belum menerima laporan apapun dari PT Pandu Jaya Buana,” tegas Rusmadi, Kamis (6/7).

Menurut analisa Rusmadi, seharusnya pembangunan pasar BJP di lantai dua saat ini sudah mengalami progress yang baik. Sebab, pembangunan sudah dilakukan sejak 2016 lalu.

Terkait hal itu, Rusmadi mengatakan, akan berkoordinasi lebih dulu dengan Ketua TKKSD yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten Lamteng Adi Erlansyah. Koordinasi tersebut untuk menentukan langkah lebih lanjut mengenai pembangunan pasar oleh PT Pandu Jaya Buana.

“Seharusnya PT Pandu Jaya Buana proaktif dengan kita. Kalau berbicara mengenai pemutusan PKS, saya pikir belum bisa putus karena masih ada waktu sampai Desember 2017 untuk menyelesaikan pembangunan,” terangnya.

Sementara ini, Dinas Perdagangan hanya melakukan monitoring dan berupaya untuk tetap berkoordinasi dengan PT Pandu Jaya Buana agar pembangunan sesuai dengan target yang disepakati.

Sekedar diketahui, lantai dua Pasar BJP dkrencanaka akan diubah menjadi pusat perbelanjaan modern layaknya seperti mall. Demikian juga akan dibangun lantai tiga untuk hiburan bagi keluarga dan tempat bermain bagi anak-anak.(tnn)