. . .

Pro Kontra Surat Edaran Walikota Metro tentang Pawai Takbir, Ini Tanggapan Ketua DPC Partai Berkarya, PKS, PDIP, dan PKPI

image_print

METRO – Selain ramai diperbincangkan di media sosial. Beberapa ketua DPC/DPD Parpol di Kota Metro juga merespon surat edaran Walikota Metro, Hi. Achmad Pairin, beberapa hari lalu.

Dalam surat edaran Walikota Metro No. 450/551/02/2018 tanggal 8 Juni 2018 itu tertulis:

1.Dilarang melaksanakan pawai takbir akbar keliling dalam bentuk apapun, guna menghindari tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

2.Berdasarkan poin 1 di atas, agar kegiatan-kegiatan takbir dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 1439 H/ 2018 M dilaksanakan di tempat kerja atau di Masjid / Musholla masing-masing.

3.Para Camat dan Lurah dihimbau untuk mengintruksikan kepada Pengurus Masjid / Musholla serta masyarakat di wilayah kerjanya untuk tidak melaksanakan kegiatan pawai takbir keliling di lingkungannya maupun di tempat lain.

Di tempat terpisah, pada hari Rabu (13/6/2018), beberapa ketua DPC/DPD Parpol di Kota Metro ketika dihubungi ada yang beranggapan positif dan negatif.

Ketua DPD PKS Kota Metro, Ahmad Khuseini sangat menyayangkan surat edaran tersebut.

“Sungguh terlalu. Perayaan takbir hampir dirayakan keliling di Kota Metro setiap tahunya. Seharusnya walikota tinggal menghimbau apabila ada yang mau melakukan takbir keliling mohon dipastikan keamanan dan ketertiban dan juga harus melibatkan Pol PP. Sangat ironis tahun ini dengan keputusan walikota yang tidak boleh takbir keliling,” kata Ahmad Khuseini ketika dihubungi melalui Whatsapp.

Ketua DPD Partai Berkarya Syahroni melalui wakil sekertaris Marwansyah ketika dihubungi juga menyayangkan hal tersebut.

“Yang jelas saya pribadi kurang sependapat dengan bapak walikota. Inikan hari kemenangan bagi umat muslim khususnya warga Kota Metro. Wajar-wajar saja kalo merayakan hari kemenangan, ibaratnya kita ini berulang tahun, kembali kefitrah,” kata Marwansyah Wakil Sekertaris DPC Partai Berkarya.

Namun anggapan berbeda disampaikan oleh Ketua DPC PDIP dan PKPI. Adi Prasetio ketua DPC PDIP mengatakan, larangan tersebut cukup bagus.

“Kalau melihat dari alasan kenapa walikota menghimbau untuk tidak meksanakan takbir keliling. Saya rasa cukup bagus lah,” katanya.

Di tempat terpisah, Ferdinansyah Yusuf selaku Ketua PKPI mengatakan ada benarnya.

“Kalau menurut saya apa yang disampaikan jajaran pemerintahan kepemimpinan walikota kita ada benarnya, guna meminimalisir tingkat kecelakaan kecil ataupun besar sekalipun kita gak tau apa yang terjadi saat di hari takbir menjelang lebaran,” tandasnya.

Menurut dia takbir cukup dimasjid dan dihadiri muslim-muslim yang merasa takbir penting, menurutnya tidk perlu ramai di jalan raya. “Yang jelas siapa pemimpin kita tau mana yang terbaik buat Kota Metro. Saya mendukung program ini,” kata Ferdinan. (suf)