Pringsewu Peringati Hari Wayang Sedunia

0
3067
views

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Memperingati Hari Wayang Sedunia 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu menggelar Wayang Kulit semalam suntuk, dengan dalang Ki Supardi Romo Putro dan Ki Eko Sutanto, yang membawakan lakon ‘Begawan Ciptaning’.

Acara yang dibuka oleh Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Hi.Dudi Mashardi mewakili Bupati Pringsewu Hi.Sujadi di Panti Wecono Podomoro, Balai Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, Selasa (7/11) malam.

Juga dihadiri Ketua PEPADI Provinsi Lampung Prof.DR.Ir.Hi.Sugeng P. Hariyanto, M.Si., Ketua PEPADI Pringsewu Johannes Boimin, jajaran pemkab dan DPRD, para camat, serta penikmat kesenian Wayang Kulit dan masyarakat Pringsewu lainnya.

Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu Drs.Hi.Tri Prawoto, tujuan digelarnya pertunjukan Wayang Kulit semalam suntuk tersebut, selain untuk memeriahkan Hari Wayang Sedunia, juga dalam rangka melestarikan seni budaya bangsa, disamping memberikan hiburan bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua PEPADI Provinsi Lampung Prof.DR.Ir.Hi.Sugeng P. Hariyanto, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu, yang menggelar pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia.

“Pringsewu merupakan satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Lampung, yang menggelar peringatan Hari Wayang Sedunia 2017 ini,” kata mantan Rektor Universitas Lampung tersebut.

Membacakan sambutan tertulis Bupati Pringsewu, Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Hi.Dudi Mashardi menyambut baik sekaligus mengucapkan selamat Hari Wayang Sedunia 2017 kepada semua insan pewayangan dan seluruh pecinta wayang.

“Pada 7 November 2003 silam, UNESCO menobatkan wayang sebagai Masterpiece of oral and intangible heritage of humanity atau warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur asli Indonesia. Sejak itulah, tanggal 7 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Wayang Sedunia. Dengan demikian, wayang bukan hanya menjadi milik lndonesia saja, namun telah diakui dan juga menjadi milik dunia,” katanya.

Menurut dia, kesenian wayang harus tetap dilestarikan, karena selain dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan guna meningkatkan karakter bangsa, juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang luhur , dimana dalam sebuah lakon selalu mengandung filsafat dan mengajarkan budi pekerti luhur serta ajakan melakukan kebajikan.”Inilah sesungguhnya inti dari kesenian Wayang,” ujarnya.

Kedepan, lanjut dia, upaya-upaya pelestarian yang lebih intens dan masif terhadap seni budaya, akan terus digalakkan Pemkab Pringsewu, sebagai bagian dari program pembangunan kebudayaan nasional.

“Mari kita bersama kita jadikan Wayang sebagai aset budaya bangsa yang dapat mendukung upaya peningkatan aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila melalui Wayang, adalah dalam upaya untuk membangun bangsa yang berkepribadian agar mampu hidup dengan berbudi luhur dan menjadi manusia yang bermartabat,” tutupnya. (R5/rus)