Pringsewu Minim Rambu Petunjuk Arah

0
477
views
MINIM RAMBU: Salah satu rambu yang ada di kabupaten Pringsewu

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU- Mendekati musim mudik Lebaran 2017,  sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur utama arus mudik di Kabupaten Pringsewu, Lampung, masih minim rambu lalu lintas. Bahkan di sejumlah jalur utama di lbukota Kabupaten Pringsewu sama sekali tidak dilengkapi dengan rambu maupun papan petunjuk arah. Kondisi yang demikian tentunya akan sangat merepotkan para pemudik yang mengendarai kendaraan yang akan melintasi wilayah lbukota Kabupaten Pringsewu.

Salah satu jalur yang dinilai membingungkan pengendara adalah jalur yang menuju wilayah Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Pardasuka. Tidak ada rambu petunjuk arah yang dapat dijadikan panduan. Terutama bagi pengendara yang datang dari arah Bengkulu. Dikarenakan sejumlah ruas jalan di pusat Kota Pringsewu merupakan jalan satu arah (one way), pengendara dari arah Kotaagung dan Bengkulu, baik yang akan menuju ke Kalirejo dan Sukoharjo maupun yang menuju ke Bandar Lampung dan Ambarawa, dari Jl.Jenderal Sudirman  harus berbelok ke kiri melalui Jl.Veteran kemudian tembus di Jl.KH Gholib Raya atau Simpang Tugu Pemuda.

Bagi kendaraan yang akan menuju Sukoharjo dan Kalirejo akan berbelok ke kiri melalui Jl.KH.Gholib Raya. Sedangkan kendaraan yang akan menuju ke Bandar Lampung dan Ambarawa berbelok ke kanan menuju perempatan Pasar Induk Pringsewu.

Di perempatan Pasar Induk Pringsewu, bagi setiap kendaraan dari arah utara yang akan menuju ke arah Bengkulu berbelok ke kanan melalui Jl.Jenderal Sudirman. Sedangkan kendaraan yang akan menuju ke arah Bandar Lampung dan Ambarawa harus  berbelok ke kiri melalui Jl.A.Yani.  Bagi kendaraan yang akan menuju Bandar Lampung tentu tidak menjadi persoalan karena jalur tersebut memang langsung menuju ke Bandar Lampung.

Akan tetapi bagi kendaraan yang akan menuju ke Ambarawa dan Pardasuka, timbul persoalan tersendiri, karena tidak adanya tambahan rambu petunjuk arah menuju ke dua kota tersebut. Akibatnya para pengendara yang akan menuju ke Ambarawa atau Pardasuka kebingungan.

Terlebih bagi mereka yang baru pertama kali tiba dan melintasi Ibukota Kabupaten Pringsewu. Sehingga  tidak jarang para pengendara tersesat berkilo-kilo meter hingga ke Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran dan bahkan hingga ke Kemiling, Bandar Lampung.

Eri, salah satu pengguna jalan menyesalkan minimnya rambu petunjuk arah pada jalur utama Ibukota Kabupaten Pringsewu. Menurutnya, banyak sekali rambu-rambu lalu lintas maupun rambu petunjuk arah yang sudah tidak relevan lagi dengan situasi terkini pengaturan arus lalu lintas di Pringsewu, dan hingga saat ini masih belum diganti.

“Ini sangat memprihatinkan. Sejumlah ruas jalan di Kota Pringsewu ini merupakan  jalan satu arah, namun tanpa dilengkapi dengan rambu-rambu dan petunjuk arah, sehingga membuat  bingung  para pengguna jalan,” katanya, kemarin.

Terlebih, sambung dia, ruas jalan di Pringsewu merupakan jalan nasional, dan merupakan salah satu jalur utama arus mudik untuk Jalur Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera menuju sejumlah provinsi seperti Bengkulu, Sumatera Barat, dan provinsi lainnya, sehingga sudah seharusnya pihak terkait dapat menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Apalagi hal ini sudah berlangsung lama dibiarkan, bahkan sejak Lebaran tahun sebelumnya. Namun sepertinya tidak ada upaya sama sekali dari pemerintah daerah setempat, utamanya Dinas Perhubungan Kabupaten Pringsewu. Kami para pengguna jalan berharap kepada Dishub maupun pihak kepolisian setempat agar dapat segera memasang rambu-rambu tambahan, termasuk memperbanyak rambu petunjuk arah, guna membantu pengguna jalan, utamanya para pemudik dari luar daerah yang melintasi wilayah Pringsewu,” harapnya. (r5)