. . .

Pringsewu dan Pesawaran sudah jadi “Korban” Peredaran Anggur Berformalin

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – WARGA Lampung mulai resah, dengan beredarnya berita bahwa telah beredar buah anggur merah yang diduga beformalin dan dijual bebas. Anggur tersebut dengan sangat mudah didapatkan di pinggir-pinggir jalan lintas dan di pasar dengan harga sangat murah. Belakangan ini, pedagang anggur dadakan itu bermunculan di tepi Jalan Lintas Barat Bandarlampung – Tanggamus. Tepatnya di lapangan pohon karet Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran. Demikian juga di wilayah Kabupaten Pringsewu.

Bahkan berdasarkan keterangan selebaran dari Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Pekon Wates Dinas Kesehatan Pringsewu, menyebutkan laporan hasil uji Nomor: 440/2111/13/2018, dengan sampel anggur merah dengan alamat Rest Area Pekon Wates, Kabupaten Pringsewu. Hasil uji tertanggal 14 Oktober 2018, alat uji sanitarian Puskesmas Wates menyebutkan, positif formalin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun translampung.com di tepi Jalan Lintas Barat Bandarlampung – Tanggamus, tepatnya di ruas Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Selasa (16/10), anggur merah tersebut dijual bebas dengan harga lebih murah daripada harga normal buah anggur. Para pedagang tidak mengetahui asal anggur merah tersebut, karena mereka mendapatkan dari agen buah-buahan.

Selain itu, para pedagang tidak mengetahui kalau anggur merah yang dijualnya, diduga mengandung zat formalin yang dapat merusak kesehatan tubuh. Mereka hanya menjual dan tidak mengerti dengan zat formalin tersebut.

”Sekarang banyak yang jualan anggur merah di pinggir jalan raya arah Gedongtataan. Katanya anggur tersebut dari Cina. Ada yang bilang juga dari Aceh. Seharusnya pemerintah dan aparat berwenang memeriksa buah ini, layak atau nggak dikonsumsi. Agar warga nggak resah. Rasanya memang aneh, banyak banget penjual anggur merah di pinggiran jalan ini. Sebelumnya nggak ada lho. Terkecuali pedagang buah durian, ketika sedang musim,” ungkap pemuda yang mengaku mahasiswa itu. (ayp)