Polsek Kotaagung Bekuk Bandit ‘Anak Mama’

0
388
views

TRANSLAMPUNG.COM- PADA bagian lain, Kepolisian Sektor (Polsek) Kotaagung juga menangkap seorang tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) dengan modus pendongan dan penjambretan yang sering meresahkan masyarakat. Tersangka bernama Ariadi (20). Menariknya, pemuda asal Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur itu, menangis saat ditangkap di rumahnya, pada Minggu (25/2) dinihari.

Kapolsek Kotaagung, AKP Syafri Lubis, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora mengatakan, pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan, ditangkap berdasarkan dua laporan perkara yang masuk ke Polsek Kotaagung, tanggal 3 Januari 2017 tempat kejadian Komplek Islamic Center Kotaagung sekitar jam 12.00 WIB dan di Pantai Pihabung Pekon Sukabanjar tanggal 19 Februari 2017.

Salah satu korban merupakan anak di bawah umur, yaitu Riz (14). Pelajar asal Pekon Kusa, Kecamatan Kotaagung itu dijambret smartphone jenis Samsung Ace 2 warna hitam dan Advance S3 warna putih. Korban kedua Asrul (24) mengalami kerugian smartphone Lenovo seharga Rp800 ribu rupiah ketika sedang menikmati keindahan Pantai Pihabung.

Tersangka merupakan sepesialis jambret di lokasi pantai. Para calon mangsanya adalah pengunjung wisata, terutama perempuan yang sendirian maupun kelompok. Bersama komplotannya Ariadi kerap kali menodongkan pisau dan golok kemudian merampas barang-barang korban.

“Modus tersangka berubah-ubah sesuai kondisi. Dia bisa menodong ataupun menjambret. Kalau pengakuan tersangka, dia telah melakukan kejahatan di lima TKP. Kami inventarisir dua laporan polisi. Kita akan cari lainnya mungkin para korban ada yang melapor ke polres,” ujar mantan Kapolsek Selagailingga, Lampung Tengah itu.

Hal menarik saat melihat tersangka dibawa polisi, bandit yang tak segan melukai korbannya jika melawan itu, ternyata tak malu menangis bercucuran air mata ketika hendak ditangkap.

“Tersangka ini bertingkah seolah-olah tak berdosa dan menangis. Padahal dia sudah berkali-kali melakukan aksi dengan berbagai jenis kerugian korban,” tutur kapolsek.

Polisi juga terus melalukan pengejaran terhadap empat orang lainnya yang belum tertangkap. Terhadap keempat tersangka, Polsek Kotaagung menetapkan mereka dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dari tersangka Ariadi, petugas menyita dua unit sepeda motor yang digunakan memuluskan kejahatannya dan dua smartphone milik korban.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan diganjar Pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan. Ancamannya maksimal sembilan tahun penjara.? Masyarakat tidak perlu lagi takut berwisata di pantai, karena Polsek Kotaagung siap memberi perlindungan kepada masyarakat dan menindak tegas pelaku kejahatan tanpa kompromi,” tandas Syafri Lubis, yang baru dua minggu menjabat sebagai Kapolsek Kotaagung. (ayp)