Polresta bakal panggil perusahaan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Polresta Bandarlampung masih melakukan penyelidikan dan pemanggilan beberapa saksi terkait dugaan penipuan travel umrah PT Trimagna Adhi Wisata terhadap beberapa korbannya yang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan, saat ini, Satreskrim Polresta Bandarlampung masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para korban yang merasa telah menginvestasikan uangnya untuk berangkat umrah ke perusahaan tersebut.

”Masih kita mintai keterangan semuanya, kami masih mengumpulkan korban-korban yang merasa dirugikan, setelah para korban dimintai keterangan semua, nanti akan ketahuan berapa kerugian yang dialami korban secara keseluruhan,”ungkap Murbani, kemarin (2/3).

Kapan akan dilakukan pemanggilan terhadap terlapor? Murbani belum dapat memastikan. Sebab, dirinya masih focus meminta keterangan para korban. Namun, setelah seluruh korban dimintai keterangan, pihaknya akan memanggil terlapor yang telah menipu korbannya.

”Nanti dong, kita masih focus ke korban dulu, paling kalau sudah selesai minta keterangan korban, kami akan kirim surat pemanggilan kepada terlapor, tapi statusnya masih saksi,”ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Banyaknya jamaah yang jadi korban dugaan penipuan travel umrah PT Trimagna Adhi Wisata jadi atensi Polresta Bandarlampung. Perkara yang merugikan 70 jamaah dengan nilai investasi sekitar Rp2 miliar itu pun diambil alih penanganannya oleh satreskrim polresta.

’’Dugaan penipuan umrah yang dilakukan terlapor Herlina Chiba selaku pimpinan PT Trimagna Adhi Wisata Lampung kini ditangani polresta. Penyidik polsekta sudah menyerahkan perkara sejak Senin (20/2) lalu,” beber Kapolsekta Panjang Kompol Sofingi saat ditemui Radar Lampung di Mapolresta Bandarlampung.

Selain jumlah korban, alasan pelimpahan juga didasari domisili korban yang tidak hanya berada di wilayah hukum Polsekta Panjang, tetapi ada juga dari Wayhalim, Telukbetung Selatan, bahkan luar daerah.

’’Apalagi jumlah kerugian sudah di atas seratus juta. Jadi untuk mempermudah dan mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan, polresta yang menangani,’’ jelas Sofingi.

Dilanjutkan, sejauh ini pihaknya baru memeriksa enam saksi. Yaitu lima saksi korban: Ahmad Hajaji, Lina Sartika, Basuki Rahmat, Dewi Supatmi, dan Susmala Devi serta terlapor Herlina Chiba.

Sofingi mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, Herlina selaku terlapor mengakui adanya pembatalan pemberangkatan. Alasannya, lanjut dia, lantaran kebijakan PT Trimagna Adhi Wisata Pusat yang berada di Jakarta. Penyidik juga sudah menanyakan soal adanya tudingan korban yang menyatakan uang digunakan untuk kepentingan pribadi.

’’Dari pengakuannya, uang sudah diserahkan ke pusat semua (Jakarta, Red). Dan pembatalan itu bukan dari terlapor, tetapi dari pusatnya karena pengurusan pesawat dan visa,’’ jelas Sofingi.

Pelimpahan penanganan perkara dari Polsekta Panjang ke satreskrim dibenarkan Kapolresta Bandarlampung Kombespol Murbani Budi Pitono. ’’Kami sudah menyoroti dugaan penipuan umrah dengan korban sekitar 70 orang ini,” ujarnya.

Dilanjutkan Murbani, dia sudah memerintahkan Kasatreskrim Kompol Deden Heksaputera untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

’’Kami sudah monitor perkara itu dari Radar Lampung dan pengambilalihan perkara tersebut untuk mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan. Ini bukti polisi bergerak cepat untuk melayani masyarakat,’’ katanya.

Terpisah, Kasubbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Istutiningsih menegaskan tak kooperatifnya PT Trimagna Adhi Wisata yang enggan melaporkan kegiatan pemberangkatan umrah langsung jemput bola.

Menurutnya, Kepala Kanwil Kemenag Lampung Drs. Hi. Suhaili, M.Ag. mendukung penuh upaya kepolisian mengusut tuntas dugaan penipuan tersebut. ’’Tidak hanya itu, Kemenag Lampung juga akan melaporkan langsung travel yang bersangkutan ke Kementerian Agama RI. Sebab, izin dari PT Trimagna Adhi Wisata itu langsung diterbitkan pusat,” katanya saat menghubungi Radar Lampung sore.

Masih menurutnya, hanya ada empat agen travel umrah dan haji yang terdaftar di Kanwil Kemenag Lampung. Keempatnya bukan merupakan cabang, melainkan travel asli Lampung yang telah memegang izin dari Kemenag RI.  Yaitu PT Aryodhia Putra Mandiri, PT Bunda Asni Prima, PT Makkah Multazam Safir, dan PT Saudi Patria Wisata. (yud)

 

News Reporter