. . .

Polres Tuba Segera Gelar Perkara, Waka 1: Polisi Harus Transparan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, MENGGALA –Aparat Kepolisian Resor Tulang Bawang (Tuba) terus mendalami kasus dugaan Kecerobohan yang dilakukan oknum dokter di RS Asy Syifa Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang AKP Zainul Fachry melalui Kanit Tipiter Ipda Jefry Syaifullah menyatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Pada dasarnya Tim Penyidik Polres Tulang Bawang akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya. Apakah akan klarifikasi organisasi profesinya atau IDI dulu, ataukah memanggil pihak rumah sakit yang bersangkutan dulu.” kata Jefry saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya, pada (11/7/2019).

Sejauh ini Jefry mengaku, tidak ada kendala dalam penanganan kasus tersebut. Disinggung kapan waktu akan digelar perkara. Jefri enggan memberikan kepastian waktunya.

“Kalau kendala enggak ada. Tapi kalau waktu gelar perkara secepatnya.” Jelasnya..

Sementara itu. Ketua Forum Komunikasi Pemuda Mandiri Tulangbawang Barat ( FKPMTBB ) Agus Tomi mempertanyakan proses tindak lanjut kasus dugaan kecerobohan oknum dokter di RS Asy Syifa Kabupaten Tulangbawang Barat terhadap Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

“Kasus hukumnya harus jelas. Sebab tindakan pembedahan atau operasi yang dilakukan dokter merupakan tindakan medis yang beresiko tinggi, karena didalam tindakan pembedahan atau operasi oleh dokter selalu menimbulkan luka atau kerusakan pada jaringan tubuh pasien. Artinya apa, kalau perbuatan melukai tubuh seseorang ini tidak diperintah oleh undang-undang, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penganiayaan.” Tegas Agus.

Hal senada juga diharapkan ketua PWI Tulangbawang Barat Edi Zurkarnain. Dia meminta polisi transparan dan terbuka terkait pengungkapan kasus tersebut.

“Kemarin ada pemeriksaan dokter dan bidan dari puskesmas, serta saksi korban. Pemeriksaan manajemen dan dokter Rs Asy Syifa kapan?,”ujarnya.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat meminta pihak kepolisian transparan dalam menangani kasus dugaan malpraktik tersebut.

“Agar masyarakat tau kebenaran atas permasalahan itu, kami minta kepada pihak kepolisian agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat atau diadakan jumpa pers agar semua orang tau apa yang sebenarnya,” Imbuh Wakil Ketua 1 DPRD Tubaba Yantoni, pada (9/7/2019) beberapa pekan lalu. (rls/dir)

error: Content is protected !!