Polres Tanggamus masih Buru Majikan Ladang Ganja

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kapolres Tanggamus Ajun Komisaris Besar Polisi Alfis Suhaili dan Komandan Kodim 0424 Letkol (Arh) Anang Hasto Utomo beserta masing-masing personel, Kamis (8/3) mendatangi langsung lokasi ladang ganja seluas kira-kira 40 x 40 meter. Tim gabungan tersebut terjun ke lokasi secepatnya setelah laporan masuk, lantaran tak mau dicap kecolongan lebih lanjut.

Ladang di lereng Gunung Tanggamus yang berisi ratusan batang pohon bernama ilmiah Cannabis sativa, lokasinya sudah dipastikan. Yaitu berada di dekat Dusun Kandis Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur. Kendati barang bukti berupa lokasi dan ratusan batang ganja sudah terdeteksi, namun hingga otoritas berwenang mengeluarkan data, pemilik lahan yang sudah diketahui nama dan alamatnya, masih terus diburu.

Alfis Suhaili menjelaskan, pengungkapan ladang ganja itu berawal dari laporan masyarakat yang tanpa sengaja mengetahui lahan tersebut saat sedang memikat (mencari) burung. Lantaran mencurigai bentuk tanaman yang identik dengan ganja, sekelompok masyarakat itu lantas melaporkan temuan mereka ke Polsek Kotaagung.

Laporan masyarakat tersebut, kata kapolres, kemudian diterima Polsek Kotaagung lantas diperkuat dengan Laporan Perkara Nomor: LP/A/    /III/2018/Res Tgms/Sek Kota, tertanggal 7 Maret 2018. Alfis mengakui, lokasi ladang ganja itu luput dari pantauan polisi, lantaran lokasinya yang sangat strategis. Dalam artian, sangat tertutup oleh rindangnya pepohonan lain, terutama hutan kayu Galindra.

“Kemudian, LP dari masyarakat itu langsung ditindaklanjuti oleh jajaran saya di Polsek Kotaagung. Dan akhirnya kita bersama jajaran Kodim 0424 kini sedang mendatangi langsung lokasi ladang ini. Dan ternyata kecurigaan masyarakat itu benar, bahwa tanaman ini adalah ganja. Salah satu jenis tanaman budidaya penghasil serat yang hanya dapat tumbuh subur di dataran tinggi dengan cuaca dingin,” ujar Alfis Suhaili seraya berkeliling mengamati lokasi ladang.

Dari lokasi, diketahui total tanaman yang dapat diamankan sekitar 1.000 batang, dengan tinggi bervariasi. Paling tinggi dengan ukuran lebih dari 2 meter sebanyak 50 batang. Lalu 600 batang lainnya dengan tinggi kurang dari 2 meter. Selain berupa batang tanaman, cukup banyak juga bibit ganja yang yang masih disemaikan.

“Saat ini, kami masih terus memeriksa saksi-saksi untuk mendalami kasus ladang ganja ini. Dan kami memang belum menetapkan tersangka. Karena pemilik lahan masih terus kami dalami, meskipun identitasnya sudah kami kantongi,” tutur kapolres.

Kalau dilihat dari hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengamatan langsung di lokasi, Alfis Suhaili menduga, ratusan batang ganja yang terdeteksi saat ini, sudah bukan tanaman musim pertama. Sebab dilihat dari lokasi, sudah ada sisa batang yang mengering. Diduga kuat, batang yang mengering itu sudah pernah dipanen sebelumnya.

“Ini kemungkinan sudah pernah satu atau dua kali dipanen. Karena sudah ada bekas-bekas batang kering (ganja) dan tanaman yang ada mungkin adalah tanaman kedua,” beber Alfis Suhaili.

Usia tanaman diperkirakan, kapolres menambahkan, karena ukurannya sudah mencapai 2 meter batang tanaman itu diperkirakan sudah berusia 4 atau 5 bulan. Kemudian ratusan bibit yang masih dalam persemaian, diperkirakan usianya masih kurang dari satu bulan.

“Setelah kami ambil sampel dan dokumentasi untuk kepentingan penyelidikan, kami akan langsung musnahkan ratusan batang ganja ini,” tandas Alfis.

Untuk diketahui, dilansir dari laman wikipedia, tanaman ganja yang biasanya dibuat menjadi rokok marijuana, termasuk dalam golongan obat psikotropika. Karena adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol). Kandungan itu yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja, untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hashish melalui pipa chilam/chillum, dan dengan meminum bhang. Sejak 10 Desember 2013, Uruguay melegalkan ganja untuk diperjualbelikan dan dikonsumsi di negara tersebut. (ayp)

 

 

News Reporter