. . .

Polres Tanggamus Bekuk 2 DPO Bandit

image_print

Foto-foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS

BURONAN CURAS: OG dan SU hanya bisa pasrah saat TEKAB 308 Satreskrim Polres Tanggamus menggelandang mereka ke ruang tahanan setelah dibekuk Kamis (12/7) sore di samping TMP Bahagia Pekon Kagungan.

 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – OG (18) dan SU (21) tak segarang seperti saat beraksi. Buronan spesialis pencurian dengan kekerasan delapan lokasi itu, hanya bisa tertunduk saat Team Khusus Anti Bandit (TEKAB) 308 Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus membekuk mereka.

Di wilayah Kecamatan Kotaagung Timur saja, dua buronan itu tercatat telah tujuh kali melakukan aksi kejahatan sejak 2017 hingga 2018. Tempat kejadian perkara (TKP) antara lain di pemandian Way Sumpuk Pekon Umbulbuah bulan November 2017, Desember 2017, dan Januari 2018.

“Selain itu, di Pantai Batu Siluman Pekon Ketapang pada bulan Februari 2017, di Komplek Pemkab Tanggamus bulan Juni 2017, Agustus 2017, dan Desember 2017,” terang Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, S.H., S.I.K., M.H. mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. Sabtu (14/7).

Namun, penangkapan kedua pemuda Pekon Umbulbuah tersebut, saat ini didasarkan pada laporan korban Rendi Saputra (19) warga Pekon Sidomulyo, Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus pada 28 Juni 2018 lalu. Sehingga untuk perkara lainnya tetap akan dilanjutkan.

“Mereka ditangkap Kamis (12/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Keduanya ditangkap saat berada di pertigaan jalur dua Taman Makam Pahlawan Bahagia Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur,” jelas Devi Sujana.

Dari penangkapan OG dan SU, polisi juga mengamankan barang bukti berupa handphone Xiomi, handphone Oppo A37, dan handphone Nokia 103.

Devi Sujana menjelaskan, modus operandi para tersangka bersama komplotannya melakukan curas, yaitu dengan cara mengancam korban, menakut-nakuti, kemudian mengambil paksa barang berharga milik korban.

“Kedua spesialis itu menodong korbannya, baik yang sedang jalan-jalan di pantai atau korban yang sedang pacaran. Mereka selalu mengunakan senjata tajam dan mengancam akan membunuh korban jika berteriak atau melawan,” jelas kasat reskrim.

Terhadap komplotanya yang telah berhasil dikantongi identitasnya, Devi Sujana  menegaskan, akan terus dikejar sampai dapat.

Pengakuan kedua tersangka, bahwa hasil kejahatannya dipergunakan untuk foya-foya dan membeli pakaian. Keduanya mengaku menyesal setelah ditangkap.

“Uangnya dipakai foya-foya dan membeli pakaian. Kami menyesal dan meminta maaf kepada semua korban,” ujar keduanya kompak.

Namun apapun yang dikatakan kedua tersangka, atas kejahatannya mereka akan dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal sembiilan tahun penjara.(ayp)