. . .

Polisi Pantau Eks-Gafatar Asal Kelumbayan

image_print

Foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS

IMBAU MASYARAKAT BERSATU: Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma Jemy Karang mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dan solid memerangi segala bentuk aksi terror.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Menyikapi aksi teror di Kota Surabaya, Kapolres Tanggamus Ajun Komisaris Besar Polisi I Made Rasma Jemy Karang memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengambil langkah-langkah preventif dan antisipatif sedini mungkin.

Termasuk terus memonitor satu keluarga asal Kecamatan Kelumbayan, yang pernah dipulangkan ke kampung halamannya, setelah Kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dibubarkan. Mereka adalah pasangan suami-istri berinisalial Ksm (33) dan Mty (36) beserta seorang anaknya yang masih berusia tujuh tahun, YS.

Saat ditanya Trans Lampung terkait satu keluarga eks Gafatar itu, Kapolres Tanggamus menjelaskan, mapping dan zonasi pengawasan sudah dilakukan. Bukan hanya terhadap satu keluarga di Kecamatan Kelumbayan itu. Namun merata di titik yang berpotensi muncul atau menjadi target pergerakan kelompok tertentu.

“Apa dan bagaimana pengawasannya, tidak bisa kami sebutkan. Yang pasti terus kami monitor. Saya sudah perintahkan semua jajaran agar lebih jeli dan teliti,” ujar I Made Rasma pada Trans Lampung, Selasa (15/5).

Untuk sekedar mengingatkan, pada Kamis (28/1/2016) silam, Pemerintah Kabupaten Tanggamus pernah menerima kepulangan satu keluarga, terdiri dari pasutri beserta satu anak. Satu keluarga ini, kala itu bergabung dengan Gafatar, bukan dari Tanggamus. Melainkan melalui rekrutmen dari Jakarta. Sebab, satu keluarga tersebut terlebih dahulu merantau ke Jakarta dan sudah lama meninggalkan Tanggamus.

Made Rasma tak menampik, maraknya aksi teror di beberapa tempat di Kota Surabaya belakangan ini, menuai kecaman dari banyak pihak. Tak terkecuali dari Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu. Pada Tabligh Akbar Kepolisian Resor Tanggamus, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Tanggamus mendeklarasikan empat poin pernyataan sikap terhadap aksi terorisme.

Acara tersebut bertajuk Untuk Tanggamus dan Pringsewu yang Aman dan Damai bersama Polres Tanggamus dan KH. Drs. Khairuddin Yusuf dalam rangka menyambut Ramadan 1439 Hijriyah dan HUT ke-72 Bhayangkara.

Saat doorstop dengan para awak media, Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma Jemy Karang mengatakan, sangat mengapresiasi pernyataan sikap dari FKUB Tanggamus dan Pringsewu. Dia berharap, pernyataan sikap itu menjadi motivasi semua tokoh dan pemuka agama untuk tetap bersatu.

“Semoga pernyataan sikap dari para tokoh/pemuka agama di Tanggamus dan Pringsewu yang dideklarasikan oleh FKUB, dapat membawa iklim damai dan kerukunan antarumat bergama. Khususnya di Tanggamus dan Pringsewu, serta seluruh Indonesia pada umumnya,” harap kapolres.

Dengan terciptanya iklim kehidupan sosial yang beragam namun tetap harmonis dan rukun serta berdampingan, kata Made Rasma, maka akan lahir masyarakat yang tangguh dan kuat. Sehingga masyarakat Tanggamus dan Pringsewu bisa terhindar dari paham-paham kelompok radikal.

Pada kesempatan itu, Kapolres Tanggamus juga mengajak masyarakat serta seluruh elemen terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu, untuk merapatkan barisan dan bersatu melawan segala bentuk aksi teror.

Peran masyarakat dalam hal ini, kata Made Rasma, adalah secara proaktif membantu para aparat penegak hukum medeteksi sedini mungkin dan mengeliminasi penyebaran serta pergerakan paham-paham radikal hingga pada kelompok terkecil.

“Dalam artian, masyarakat kami imbau aktif memantau kondisi sekitar masing-masing, dan segera berkoordinasi atau bahkan melaporkan jika melihat hal-hal yang mencurigakan. Dengan demikian, pergerakan kelompok-kelompok radikal bisa semakin ditekan dan tidak menyebarkan atau menghasut masyarakat secara lebih luas,” ungkap kapolres. (ayp)

 

 

error: Content is protected !!