. . .

Polisi Lumpuhkan Dua Perampok Sadis Bos Kopi Ulubelu, Pelaku Lainnya masih Diburu

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Dua tersangka perampokan sadis terhadap bos kopi, Hi. Supriadi (57) di Pekon Sinarbanten, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus beberapa waktu lalu, berhasil dibekuk petugas gabungan, Senin (19/8) dini hari. Kedua tersangka yang merupakan anggota komplotan garong sadis itu, ditangkap di dua tempat berbeda. Tersangka N (40) ditangkap di Desa Sumbersari, Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat. Dan tersangka D (27) ternyata merupakan tetangga korban.

Kebrutalan dan kesadisan N dan D ternyata tak hanya saat menguras harta benda Supriadi, pada Sabtu (10/8) dini hari. Ketika sudah berhadapan petugas gabungan pun, keduanya masih beringas melawan dengan senjata tajam. Terutama tatkala petugas menggelandang mereka untuk menunjukkan tempat tersangka lain, yang hingga kini belum tertangkap. Akhirnya petugas pun menyarangkan timah panas di kaki kedua tersangka. Setelah paha diterjang timah panas, barulah keduanya kesakitan dan merengek minta ampun.

Upaya keras polisi selama sembilan hari mengejar para tersangka, mulai berbuah manis. Dalam penangkapan dua tersangka garong sadis ini, tim Polsek Pulaupanggung dibantu TEKAB 308 Satreskrim Polres Tanggamus, Tim Resmob Polda Lampung, dan TEKAB 308 Polres Lampung Barat.

“Sementara ini petugas gabungan baru berhasil menangkap dua pelaku. Pelaku N kami tangkap di Desa Sumbersari, Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat. Lalu pelaku D yang ternyata masih bertetangga dengan korban, kami tangkap di Pekon Sinarbanten, Ulubelu. Saat kami minta mereka menunjukkan tempat pelaku lainnya, mereka melawan kami dengan senjata tajam. Terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur,” ujar Kapolsek Pulaupanggung, Iptu. Ramon Zamora, S.H., mewakili Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, S.H., S.I.K.

Dari penangkapan kedua tersangka dan dari pengembangan di rumah pelaku yang belum tertangkap, Ramon Zamora menyebutkan, petugas mendapatkan sejumlah barang bukti. Antara lain berupa 4 unit sepeda motor, 4 bilah senjata tajam jenis golok, 2 pasang sepatu bot, pakaian yang digunakan para pelaku, 2 unit handphone, 5 buah senter, 4 buah topi pet, 3 buah topeng penutup wajah, 3 buah obeng, dan uang tunai sejumlah Rp4,6 juta.

Tersangka D dan Korban Sama-Sama Tinggal di Sinarbanten

Sementara Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. melanjutkan, penangkapan terhadap dua tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap Supriadi itu, berdasarkan serangkaian penyelidikan dan bukti petunjuk yang ada.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Edi Qorinas menjelaskan, tersangka N dan D masing-masing memiliki peran yang berbeda. Tersangka D, dengan latarbelakangnya yang masih bertetangga dengan korban, berperan sebagai informan dan “menggambarkan” situasi dalam dan luar rumah korban.

“Kemudian pelaku N, adalah aktor utama yang berperan sebagai eksekutor bersama beberapa rekannya. Beberapa rekan D dan N ini masih terus kami kejar. Yang pasti pelakunya lebih dari dua orang,” tegas kasatreskrim namun tanpa menjelaskan total pelakunya, saat dihubungi translampung.com via telepon seluler, Selasa (20/8).

Tersangka D Dapat Rp3 Juta, N Kantongi Rp25 Juta

Akibat perampokan itu, Supriadi mengalami kerugian uang tunai Rp450 juta. Kemudian perhiasan emas seberat 110 gram. Jumlah uang dan aset yang cukup fantastis, untuk disimpan di rumah tanpa sistem keamanan yang memadai.

Harta hasil kejahatan yang mencapai hampir setengah miliar Rupiah itu, rupanya tidak dibagi rata. Pasalnya, tersangka D yang berperan sebagai informan hanya mendapatkan jatah Rp3 juta. Lalu tersangka N sebagai eksekutor, mengantongi Rp25 juta. Sisanya diduga masih dikantongi oleh rekan-rekan N dan D yang belum tertangkap.

“Pelaku D telah membelanjakan uang Rp1 juta untuk membeli handphone. Pelaku N telah menggunakan uang hasil kejahatan itu, untuk membeli pekarangan dan sepeda motor,” beber Kasatreskrim AKP Edi Qorinas.

Kepada petugas, tersangka N mengaku baru sekali ini melakukan kejahatan. Namun polisi masih terus mendalami hal itu. Sebab ada dugaan, tersangka N juga pernah melakukan kejahatan serupa di wilayah lain. Saat ini kedua tersangka diamankan di Mapolsek Pulaupanggung guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, mereka dapat dijerat Pasal 365 Ayat 2 KUHPidana, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” tegas mantan Kapolsek Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah itu.

Sebelumnya diberitakan, kawanan perampok bersenjata api beraksi di Pekon Sinarbanten, Kecamatan Ulubelu, Sabtu (10/8) dini hari. Pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang, melukai korban, Supriadi (57) dan menggasak hartanya bendanya. Peristiwa itu menyebabkan kerugian yang ditaksir ratusan juta Rupiah.

Informasi yang dihimpun, perampok masuk dengan cara mendobrak bagian belakang rumah korban dengan balok kayu dan palu besar, sekitar pukul 02.30 WIB.

Setelah masuk dapur, para pelaku mendobrak pintu kamar. Komplotan perampok yang membekali diri dengan senjata api jenis soft gun dan senpi rakitan itu, lantas dengan sadis menembak kaki Supriadi. Tidak hanya itu, pelaku juga membacok kepala korban menggunakan senjata tajam. Setelah itu, korban dipaksa menunjukkan tempat penyimpanan harta bendanya.

 

Akibat kejadian itu, korban mengalami dua kerugian. Pertama, kerugian fisik dengan luka-luka yang sangat parah. Berikutnya kerugian material, berupa uang tunai Rp450 juta ditambah perhiasan emas seberat 110 gram. (ayp)

error: Content is protected !!