Polisi Belum Tetapkan Anggota Dewan DPO

0
459
views

Terkait Dugaan Penipuan Setoran Uang Proyek

TRANSLAMPUNG.COM, Bandarlampung – Penyidik Polresta Bandarlampung menetapkan oknum anggota DPRD Lampung Hazizi sebagai tersangka dugaan penipuan uang setoran proyek senilai Rp14 miliar. Langkah itu dilakukan berdasar hasil gelar perkara yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan, perbuatan Hazizi sudah memenuhi unsur penipuan dan ini didukung alat bukti untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.

”(Hazizi) sudah kita tetapkan tersangka. Unsur-unsur penipuannya ada,” kata Murbani disela-sela ekpose ungkap kasus 23 paket ganja di Mapolresta Bandarlampung kemarin (10/2).

Murbani menegaskan, pihaknya tetap akan bertindak profesional dalam menangani kasus tersebut. Sejauh ini, penyidik sudah dua kali memanggil Hazizi untuk diperiksa. Namun yang bersangkutan selalu mangkir.

”Kita cek ke rumahnya, yang bersangkutan tidak ada di tempat,” ujarnya.

Meski begitu, Murbani menyatakan belum mengeluarkan surat daftar pencarian orang (DPO). Pihaknya akan memanggil kembali Hazizi. ”Akan kita sampaikan surat panggilan ketiga,” kata dia.

Diketahui Hazizi dilaporkan ke Polresta Bandarlampung karena diduga melakukan penipuan terhadap almarhum Syahruddin yang merupakan salah seorang kontraktor. Ini dilakukan dengan menjanjikan proyek infrastruktur di Lampung Selatan senilai Rp3,5 miliar.

Untuk mendapatkan proyek tersebut, Hazizi meminta almarhum Syahruddin menyetor uang Rp515 juta. Namun hingga Syahruddin meninggal pada 6 Mei 2016, proyek tak kunjung didapat.

Demi Dinata, putra sulung almarhum kemudian melaporkan kasus ini ke Polresta Bandarlampung dan tertuang dalam LP B/1491/IX/2016/Reskrim Polresta Bandarlampung tertangal 15 September 2016. (nca/ais)