Polisi Amankan ABG Pencuri Kabel Telkom

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Polsek Kotaagung mengamankan FA (16) yang merupakan tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) puluhan meter kabel milik PT. Telkom. Jaringan kabel yang dicuri adalah wilayah Pekon Kagungan dan Komplek Perkantoran Pemkab Tanggamus Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur.

Pencurian tersebut dilaporkan pegawai Telkom Kotaagung pada Senin (26/3. Lalu berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, panjang kabel yang dicuri sekitar 60 meter. Akibatnya PT. Telkom mengalami kerugian Rp16,5 juta.

Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma Jemy Karang mengungkapkan, hasil penyelidikan mengarah pada FA dan tersangka diamankan pada Minggu (15/4) berikut barang bukti yang diakuinya. Dari penangkapan tersebut, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti kulit kabel di sekitar Pantai Pekon Kagungan.

“Pelaku diamankan anggota Unit Reskrim di rumah kerabatnya di Pekon Kagungan, sekitar pukul 09.30, WIB” ungkap Syafri Lubis, Senin (16/4) siang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dalam melakukan aksinya, FA warga Kecamatan Kotaagung Timur tersebut ternyata tidak sendirian. Namun bersama rekannya PU yang masih dalam pengejaran.

“FA bersama temannya PU, mengambil kabel dengan cara memotongnya menggunakan sebilah golok. Kemudian kabel dibawa ke Pantai Pekon Kagungan. Lantas dibakar untuk diambil isinya yang berupa kabel tembaga. Setelah menjadi kabel tembaga, dijual oleh PU di Kotaagung,” beber kapolsek.

Ditambahkan Syafri Lubis, walaupun seorang pelaku sudah tertangkap, namun pihaknya terus mendalami keterlibatan kemungkinan kelompok lain. Karena bukan hanya di tempat tersebut terjadi pencurian kabel Telkom.

“Terus kami kembangkan kemungkinan adanya kelompok lain. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dan UU Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” tegas kapolsek.

Sementara, saat dimintai keterangan di Mapolsek Kotaagung, FA mengakui pencurian di jembatan Pekon Kagungan, namun dia tidak mengetahui di mana PU menjual kabel tersebut.

“Saya nggak tahu di mana PU menjualnya. Tapi saya dikasih uang Rp150 ribu sudah habis dipakai kebutuhan sehari-hari,” tutur FA sambil menunduk. (ayp)

 

 

 

News Reporter