Pokbal dan Gojek Kembali ‘Panas’

0
2320
views

TRANSLAMPUNG, BANDARLAMPUNG – Setelah sempat mereda, perseteruan antara pengemudi ojek pangkalan dengan ojek berbasis online (Gojek) di Bandarlampung kembali membara.

Para pengemudi ojek pangkalan yang tergabung dalam Persatuan Ojek Kota Bandarlampung (Pokbal) mengklaim pihak Gojek berkali-kali melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama sebelumnya.

Seperti pada Senin (11/9), sekitar pukul 14.30 WIB. Pokbal menyerahkan ‘barang sitaan’ dari pengemudi Gojek yang diduga melanggar, kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bandarlampung, untuk selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian.
Salah satu perwakilan Pokbal, Albert, mengatakan, pihaknya meminta Walikota Bandarlampung untuk segera menutup aplikasi Gojek dan Grab, agar tidak beroperasi di Bandarlampung.

“Gojek dan Grab ini sudah berkali-kali melakukan pelanggaran, padahal mereka berjanji akan mematuhi perjanjian yang telah dibuat bersama. Mereka itu beroperasi di sini (Bandarlampung) secara ilegal, karena tidak ada izinnya, ” tukas Albert.
Yang jelas, tegas dia, pihaknya meminta kepada Pemkot Bandarlampung untuk tidak memberikan izin kepada Gojek dan Grab, karena melanggar kesepakatan dan beroperasi secara ilegal.

“Mereka (Gojek) itu selalu melanggar (kesepakatan), padahal perjanjiannya setiap radius 100 meter dari pangkalan ojek, (Gojek) tidak boleh menaikkan atau menurunkan penumpang. Mereka itu beroperasi nggak pakai atribut dan selalu pakai masker,” jelas Albert.

Menurut dia, pihak Gojek juga pernah mendatangi pangkalan ojek mereka dengan membawa senjata tajam jenis Samurai.

“Kami diancam dengan Samurai oleh pihak Gojek,” akunya.
Senada, Widodo yang juga anggota Pokbal mengaku pernah diancam akan ditusuk oleh pengemudi Gojek.

“Minggu lalu saya pernah diancam mau ditujah. Saya sudah dipegang 3 orang, perut saya ditempel pisau dan mau ditujah. Kejadiannya di dekat sekolah Persit. Saya sudah laporkan kejadian ini ke Polresta (Bandarlampung),” urainya.

Untuk itu, mereka memohon kepada walikota Bandarlampung, agar segera menutup aplikasi Gojek dan Grab ini.

“Sekarang kami hanya menyerahkan helm dan jaket Gojek dan Grab. Tapi nggak tau nanti, bisa jadi kepala mereka yang kami serahkan,” ujar salah satu anggota Pokbal.
Sementara, Kepala Banpol PP Kota Bandarlampung, Cik Raden, mengatakan, akan segera menyerahkan barang bukti berupa helm dan jaket tersebut ke pihak Polresta Bandarlampung.

“Nanti akan kita sampaikan ke pimpinan terkait hal ini. Kami juga akan langsung menyerahkan barang bukti ini kepada pihak kepolisian, untuk ditindaklanjuti,” tutur dia.
Yang jelas, sambung Cik Raden, pihaknya meminta kepada pihak Pokbal untuk menahan diri, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (jef/fik)