PN Tidak Sembarangan Keluarkan Aanmaning

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Soal terbitnya aanmaning (teguran) yang dikeluarkan Pengadilan Negeri, Tanjungkarang, Bandarlampung Nomor: 6/Eks.KPKNL/2018/PN.TK, terkait sengketa lahan seluas 15 ribu meter persegi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang Bandarlampung mendapat tanggapan dari PN Tanjungkarang.

Diwawancarai radarlampung.co.id (Group Trans Lampung), Humas PN Tanjungkarang, Bandarlampung, Mansyur mengatakan, tak mungkin sembarangan PN Tanjungkarang mengeluarkan aanmaning. Menurutnya, aanmaning sudah berdasarkan putusan akhir.

Yakni upaya hukum sudah selesai yakni di PN jika sudah selesai, jika dia banding di Pengadilan Tinggi sudah selesai, jika dia kasasi di Mahkamah Agung juga sudah selesai dan sudah ada tenggang pemberitahuan 14 hari sudah dan tidak ada upaya hukum dari berbagai pihak, maka ya menang minta eksekusi.

“Nah, setelah tenang baru pengadilan mengeluarkan aanmaning (teguran) atas permintaan yang menang dalam perkara tersebut. Dari aanmaning ini baru dipanggil bahwa sudah kalah dan segera meninggalkan lokasi tersebut. Kalau untuk jelasnya saya pelajari dulu, yang jelas Ketua Pengadilan sudah mengeluarkan aanmaning itu yang berarti sudah selesai proses hukumnya sampai putusan akhir,” terangnya.

Sebelumnya, persoalan sengketa lahan milik keluarga Ahmad Rivai Hasan seluas 15 ribu meter persegi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Waylunik, Kecamatan Panjang, masih belum tuntas. Dua pihak yakni Bernard Rivai selaku ahli waris Ahmad Rivai Hasan yang merupakan warga Perumahan Sukabumi Indah, Bandarlampung, bersikukuh lahan tersebut sah miliknya dikuatkan dengan putusan kasasi MA. Di satu pihak, Amat Ali juga merasa berhak atas lahan tersebut hingga keluarnya aanmaning (teguran) pada 6 Februari 2018. (adm/gus/tnn)

News Reporter