. . .

PMI Lambar Masih Terfokus di Tiga Desa dalam Mitigasi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, LAMBAR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) bekerja sama dengan PMI American Red Cross dalam upaya Mitigasi (Tangguh Bencana, Red)

PMI Lambar di Bumi Skala Beghak berjerih payah untuk antisipasi pengurangan risiko bencana Mitigasi (Tangguh Bencana).

Dikatakan Sekertaris PMI Lambar, Agus Darma Putra, mendampingi Ketua PMI, Drs Hi. Adi Utama, MM., di Markas PMI Lambar, mengatakan, sudah satu tahun berjalan PMI Lambar bekerja sama dengan PMI American Red Cross untuk misi kemanusiaan.

Seyogyanya, saat ini PMI Lambar masih terfokus di tiga pekon binaan yaitu, Desa Sukamarga dan Desa Tugu Ratu, Kecamatan Suoh serta Desa Ujung, Kecamatan Lumbok Seminung.

Sebagai Desa Taguh Bencana harus dilakukan dengan tahapan-tahapan mulai dari Pembekalan Korps Sukarela (KSR), Relawan dan Masyarakat dengan penyuluhan dan pelatihan. Langkah awal yaitu Pemetaaan Pekon, Pembekalan kerentanan hingga penguatan kapasitas.

Saat ini PMI Lambar telah masuk dalam Mitigasi di Desa Sukamarga, yang ditetapkan dengan pembangunan beronjong, Desa Tugu Ratu pengaliran air bersih dan Desa Ujung pengaliran air bersih.

Akan tetapi sebelum Mitigasi dilaksanakan harus dilaksanakan Pra kebencanaan, tahapan dan analisis PCA (pengkajian kapasitas kerentanan) dengan melibatkan Staf PMI, KSR dan masyarakat.
Lalu, tahapan Pra Bencana pengutan, Kapasitas, Tahapan pada saat bencana dan setelah bencana.

Menurutnya, sesuai dengan templain program Bupati Lambar, Hi. Parosil Mabsus., yaitu Kabupaten Tangguh Bencana yang telah di tetatapkan Politisi PDI-Perjuangan tersebut beberapa waktu yang lalu.

“Pihaknya berharap dukungan penuh Pemerintah Lambar dalam mensukseskan program ini,” ucapnya.

Sementara itu, bulan mendatang pihaknya bersama tim Staf PMI, KSR yang juga melibatkan Perangkat Desa dan Masyarakat setempat untuk pemasangan alat sistem peringatan dini.

Alat tersebut berpungsi untuk mengetahui bencana yang akan meninpa sehingga dapat langsung mengantisipasi baik banjir atau pun longsor.

“Titik pemasangan akan diliat kereteria yang akan dikordinasikan dengan masyarakat dan perangkat pekon,” tutupnya. (safri)