PLTG 100 MW Tarahan, Salah Satu Solusi Krisis Listrik Provinsi Lampung

0
1841
views

translampung.com  –  Sampai saat ini beberapa daerah di Provinsi Lampung masih mengalami pemadaman listrik bergilir karena pasokan listrik di daerah ini masih defisit. Kondisi ini semakin sulit ketika listrik kiriman dari Sumatera Selatan sering mengalami gangguan yang mengakibatkan deifisit listrik di Provinsi Lampung semakin bertambah. Hal ini dirasakan langsung oleh masyarakan dengan adanya pemadaman bergilir yang harus dilakukan PLN untuk menghindari kelebihan beban (overload) pada pembangkit yang sedang beroperasi(3).

PLTG 100MW Tarahan merupakan salah satu program pemerintah pusat dan termasuk dalam mega proyek 35.000MW untuk seluruh indonesia. Tentu saja, PLTG ini diharapkan mampu mengurangi defisit listrik di Provinsi Lampung pada saat beroperasi nanti. Seperti informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, saat ini Provinsi Lampung kekurangan (defisit) pasokan listrik sebesar 200MW. PLTG 100MW Tarahan terletak di Desa Rangai Tri Tunggal, Kec. Ketibung, Kab. Lampung Selatan.

Secara geografis, lokasi proyek ini terletak di koordinat latitude: 5o 31’6.77”S dan longtitude: 105o 20’45.54”E. Bagian utara lokasi pembangkit ini berbatasan dengan stock yard batu bara milik PT. Bukit Asam (Persero), bagian barat berbatasan dengan Selat Sunda, bagian selatan berbatasan dengan Pabrik Kopi, dan bagian timur berbatasan dengan Jalan Nasional Lintas Sumatera. Lokasi pembangkit ini berada di dalam kawasan PLTU 2×100 Tarahan milik PT. PLN (Persero) Sektor Tarahan. Pembangkit baru yang dibangun di atas lahan 2 Ha ini diharapkan mampu menghasilkan listrik 100MW. Dalam pembangunannya, pembangkit listrik ini melibatkan lebih dari 500 orang pekerja dari berbagai kalangan termasuk masyarakan lokal di sekitar lokasi proyek itu sendiri.

Pembangunan pembangkit ini diharapkan menjadi salah satu pembangunan pembangkit (PLTG) tercepat di Indonesia dengan kapasitas 100MW. Pembangunan ini juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu untuk membangun pembangkit sendiri. Pada tahap konstruksi, PT PP (Persero) Tbk. selaku EPC kontraktor membuktikan telah mampu berkoordinasi dengan baik dengan semua pihak yang terlibat langsung dan mendukung pembangunan pembangkit ini.

Kunci dari kesuksesan pembangunan pembangkit ini adalah koordinasi yang menyeluruh antara PT. PP sebagai EPC Kontraktor, General Electric sebagai penyedia teknologi, PT. PLN Batam (Bright) sebagai pemilik proyek dan PT. PLN (Persero) sebagai penyalur dan distribusi listrik ke masyarakat Lampung sendiri. Saat ini, progress fisik proyek sudah mencapai hampir 85% dan sudah menghabiskan 270.000 man hour.

Untuk pembangkitan listrik itu sendiri, pembangkit ini menggunakan 4 Gas Turbine tipe Aeroderivative yang diproduksi oleh General Electric (GE) seri Truck Mounted (TM) 2500 Generasi-8. Satu unit Gas Turbine tipe ini mampu membangkitkan listrik sebesar 25MW dengan menggunakan bahan bakar gas maupun HSD. Pembangunan pembangkit ini dilaksanakan oleh kerjasaman General Electric (GE) dengan PT. PP (Persero) Tbk. GE sebagai provider main equipment (Gas Turbine, etc.) dan PT PP sebagai penyedia peralatan pendukung untuk operasi pembangkit dan juga pelaksana konstruksi dari pekerjaan sipil sampai dengan pekerjaan electrical dan mehcanical lainnya. Dalam beberapa bulan kedepan diharapkan pembangkit ini sudah bisa mulai beroperasi dan menyalurkan listrik ke masyarakat lampung dan sekitarnya.

Konsep yang digunakan pada pembangkit tipe ini adalah Mobil Power Plant (MPP-Pembangkit Bergerak). Artinya, pembangkit ini didukung oleh kemampuan untuk mobilisasi yang flexible dan unit Gas Turbine Generator bisa dipindahkan ke lokasi lain yang membutuhkan setelah listrik di lokasi saat ini surplus nantinya. PLN Batam (Bright) sebagai pemilik pembangkit memilik pembangkit jenis ini di 7 lokasi lainnya, tersebar di seluruh Indonesia dengan total kapasitas pembangkitan sebesar 500MW.

Sebagai pendukung operasi pembangkit ini, PT. PGN sebagai distributor dan penyedia gas juga telah mulai pembangunan jaringan pipa gas ke lokasi pembangkit ini. Proyek pipa gas ini sendiri diperkirakan akan selesai pada bulan oktober tahun ini. Saat ini, pembangkit listrik yang beroperasi di Lampung yakni, PLTU Tarahan dengan kapasitas 2x100MW, PLTU Sebalang dengan kapasitas 2x100MW, PLTP Ulubelu 1 dan 2 kapasitas 2x55MW, PLTA Besai 2x45MW, PLTA Batubegi 2×45, PLTD Tarahan 3 & 4 dengan kapasitas 2x100MW dan PLTMG 30MW New Tarahan (IPP)(5) .

Secara total pembangkit di lampung mampu menghasilkan 920MW daya listrik dengan catatan tidak ada pembangkit yang sedang rusak atau shut-down untuk maintenance. Untuk Provinsi Lampung sendiri, beban puncak yang pernah yang pernah tercapai adalah sebesar 854MW. Saat ini daya mampu dari pembangkit di Provinsi Lampung adalah sebesar 505.6MW dan kiriman dari jalur transmisi Sumatera Selatan sebesar 325MW(4) . Diharapkan dengan selesainya pembangunan pembangkit ini akan mampu mengirangi defisit listrik di Provinsi Lampung ini. Tidak bisa dipungkiri, kelancaran pembangunan pembangkit ini sangat bergantung kepada dukungan dari semua pihak-pihak terkait, PLN Batam sebagai pemilik proyek, PLN (Persero) sebagai end user, Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan, Pemerintahan Provinsi Lampung, DinasDinas Terkait Lainya dan Masyarakat Lampung khususnya. ( Ditulis oleh: Egit Bobyarta & Tim Proyek PLTG 100MW Tarahan PT. PP (Persero) Tbk. Ist for translampung.com)

LEAVE A REPLY