PLN Janji Tidak Naikan Tarif Hingga 2019

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sangat berharap kebijakan penetapan harga batu bara untuk listrik segara ditetapkan. Pasalnya, harga batu bara selama ini telah menggerus keuangan perseroan.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menjelaskan, pihaknya selaku perusahaan negara yang mempunyai misi untuk melayani masyarakat agar dapat diterangi listrik, sangat tergantung pada harga jual batu bara yang masih menjadi sumber energi utama untuk pembangkit listrik saat ini. Dia mengungkapkan, tahun lalu saja pendapatan perseroan tergerus Rp 16 triliun lantaran kenaikan harga batu bara.

“Bayangkan saja 2017 tergerus Rp 16 triliun gara-gara kenaikan harga batu bara. Kalau Rp 16 triliun tidak ada uang ini kita mau bangun desa tertinggal, bangun transmisi. Dulu pakai APBN, sejak 2015 seluruhnya PLN, itu dari mana? ya pinjaman,” ujarnya di Energy Building, Jakarta, Selasa (6/3).

Bahkan, Sofyan mengeluhkan, jika harga batu bara tembus di atas level USD 100 per ton, maka pendapatan PLN tahun ini bisa tergerus Rp 21 triliun jika tidak ada pengaturan harga batu bara.

“Kalau tidak ada perubahan DMO itu (pendapatan tergerus) Rp 21 triliun,” imbuhnya.

Dengan demikian, jika penetapan harga DMO terealisasi, Sofyan pun berjanji akan menahan tarif listrik agar tidak naik hingga 2019. Bahkan dia yakin bisa menurunkan tarif listrik di 2020.

“Cita-cita kami 2019-2020 turun tarifnya. Kenapa bisa turun? Karena kontrak IPP sudah USD 2 sen lebih rendah dari yang lama,” tandasnya. (mys/JPC)

News Reporter