Pilih Mana Menunda atau Mahal Masuk Sekolah

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – BELAKANGAN ini sering sekali kita mendengar bahwa uang masuk sekolah itu sangat mahal sekali, apalagi pada sekolah–sekolah swasta yang bagus dimana kenyamanan dan fasilitas yang cukup baik tentu harganya tidaklah murah, yang jadi pertanyaan adalah apakah kita mau untuk menyekolahkan anak kita pada sekolah-sekolah yang belum nyaman bagi anak kita, hal ini tentunya tidak banyak orang tua yang memikirkan nya sejak dini yang mana pada akhirnya biaya untuk pendidikan si anak juga tidak bisa di hindari lagi dan orang tua harus mengeluarkannya untuk mereka, pada akhirnya juga mau tidak mau mulai melelang harta yang mereka punya untuk kebutuhan anaknya.

Pada kasus ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika semua orang tua telah memikirkan dan merencanakan biaya pendidikan anak sejak dini dan perencanaan sekolah si anak sudah di alokasikan dari penghasilan orang tuanya. Jika orang tua menunda–nunda alokasi biaya pendidikan yang terjadi adalah inflasi pada biaya pendidikan sehingga biaya untuk sekolah anaknya menjadi mahal sementara belum di alokasikannya biaya pendidikan penyebab utama dalam masalah besar di keuangan yang akan datang.

Banyak orang tua sekarang sangat memperhatikan bagaimana kualitas dari sekolah anak dan biayanya yang semakin mahal, baik uang pangkal maupun uang bulanannya. Semakin beragamnya kualitas pendidikan yang diberikan oleh sekolah-sekolah membuat kita harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk standar pendidikan yang diberikan. Mari kita lihat mulai dari balita sekarang banyak sudah banyak sekolah-sekolah yang memberikan penawaran-penawaran yang menarik.

Mulai dari toodler, playgroup, dan TK, SD, SMP, SMA, Kuliah, dan yang luar biasa kalau kita hitung-hitung ternyata biaya yang kita investasikan untuk pendidikan anak per orang nya bisa mencapai Miliar. Dan biaya pendidikan di bangku perkuliahan benar-benar membuat kita tercengang dan membuat kita shock setelah kita mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan.

Yang menarik sering dilapangan kita menemukan banyaknya program yang menawarkan tabungan pendidikan anak. Namun disini kita harus cermat memilih tabungan pendidikan baik yang ditawarkan oleh bank, maupun oleh asuransi. Niatnya kita mau menabung untuk anak, ingin menyediakan dana yang memadai untuk pendidikan, namun diperlukan kecermatan dalam memilih investasi dan tabungan anak. Saat ini banyak produk investasi yang berkedok tabungan pendidikan anak, namun jika kita tidak cermat justru akan membuat kekecewaan dikemudian hari karena tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ragam macam alur dan latar belakang pendidikan yang pernah ditempuh membentuk mindset orangtua dalam menentukan jalur pendidikan anak-anak mereka. Banyak yang menganggap system pendidikan dahulu yaitu Duduk, Dengar, Catat, Hapal sudah tidak berlaku. Apalagi kebanyakan orangtua saat ini juga meniti karier di luar rumah. Alasan inilah yang membuat sebagian besar orangtua menganggap proses memilih sekolah atau sistem pendidikan untuk si kecil merupakan saat yang krusial. Tak hanya dari segi ilmu, sekolah dianggap sebagai lembaga yang dapat membantu membentuk kepribadian anak.

Dengan latar belakang tersebut, kebanyakan orangtua sudah menentukan target pendidikan untuk anaknya. Ada tiga tipe menurut survey sesuai kebutuhan para orang tua dalam menentukan pendidikan anak mereka, yakni:

Tipe Agresif: Anda ingin anak kuliah ke luar negeri dan melanjutkan sekolah berkurikulum internasional.

Tipe Moderat: Anda ingin anak kuliah ke universitas negeri tapi mempersiapkan dana untuk kuliah di universitas swasta bertaraf internasional dan sekolah di nasional plus.

Tipe Konservatif: Anda ingin anak mengenyam pendidikan di sekolah negeri ternama dan universitas negeri ternama.

Memepersiapkan alokasi biaya pendidikan untuk si buah hati tidaklah sudah atau tidaklah rumit jika ada “Niat” atau kesadaran orang tuanya sejak dini dimana yang paling idealnya adalah “ sisihkan” dari penghasilan orang tua minimal 10% untuk hak nya anak karena rezeki yang kita miliki itu ada hak nya anak yang harus kita keluarkan untuk di sisihkan, mengapa demikian?, karena segala sesuatu yang kita sisihak itu udah pasti sisa tetapi segala sesuatu yang kita sisakan belum tentu sisa bahkan ujung-ujung nya akan habis. Jadi kita jangan menunda dalam mempersiapkan dana pendidikan anak jika tidak sekarang maka mahal kedepan dan yang paling penting adalah resiko pada faktor umur,

kesehatan dan resiko kecelakaan yang menyebabkan hilangnya mimpi si anak.

Dalam mempersiapkan perencanaan biaya pendidikan perlu kita tau untuk menempatkan alokasi dana tersebut, mana instrumen yang sesuai dengan kebutuhan kita. Apakah kita tempatkan dalam tabungan di bank atau kita tempatkan pada asuransi pendidikan si buah hati.

Secara garis besar, produk investasi di bidang pendidikan terbagi dua, yaitu asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Asuransi pendidikan adalah asuransi ditambahkan investasi untuk pendidikan anak di masa depan. Adapun tabungan pendidikan adalah tabungan di bank untuk pendidikan anak yang dilindungi asuransi. Kedua-duanya merupakan bentuk investasi yang pengambilannya bisa dijadwalkan untuk waktu tertentu, biasanya saat anak masuk sekolah atau masuk kuliah. Kedua produk ini juga memiliki fungsi proteksi sehingga jika terjadi risiko kematian kepada pembayar, biasanya orang tua, maka akan ada ketersediaan dana pendidikan untuk anak tetap terjamin. Untuk menjamin ketersediaan dana dalam tabungan pendidikan, biasanya bank penjamin bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk melindungi setoran nasabah.

Dunia saat ini semakin canggih menjawab kebutuhan kita dalam hal ini kita harus mempunyai perencanaan dalam membangun pilar keuangan kita agar tertataa dengan baik dan terhindar dari Financial Loss ( Kebangrutan ) dimana yang akan datang. (*)

News Reporter