Trans

KALIANDA – Upaya mengoptimalkan program ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Selatan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lampung Selatan mengimbau kepada para petani untuk bisa menyisihkan gabah kering panen (GKP) minimal 10-20 persen setiap musim panen untuk dijual ke badan urusan logistik (Bulog) Lamsel.

“Selama ini, para petani sudah banyak diberikan bantuan oleh pememrintah mulai dari alat-alat pertanian, bibit padi dan lain sebagainya. Sudah sepatutnya petani juga bisa memberikan imbal baliknya melalui ucapan terim kasih dengan menjual sedikit hasil panennya ke Bulog untuk dijadikan sebagai stok pangan di daerah,” ujar Kepala DKP Lamsel, Noviar Akmal saat ditemui diruang kerjanya, Senin (6/3).
Lebih lanjut dikatakan dia, dengan menjual hasil panen ke bulog. Secara langsung petani sudah turut serta membantu pemerintah daerah dalam upaya mengoptimalkan program ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Selatan.

“Oleh karena itu, kami berharap kepada para petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan), agar bisa menyisihkan gabah kering panen (GKP). Tidak usah banyak-banyak minimal 10-20 persen setiap musim panen,” kata dia.
Ditambahkan dia, dengan menjual gabah kering panen ke Bulog, petani akan mendapatkan harga jual yang disesuaikan dengan harga pokok penjualan (HPP) pemerintah yakni sebesar Rp3.700 per kilogram.
“Petani tidak perlu khawatir soal gabah yang diminta itu. Sebab tidak gratis mas. Tetapi akan dibayar oleh pemerintah melalui bulog sesuai dengan HPP,” pungkasnya.(Johan)

News Reporter