Pertalite Menguap Jadi Embun, Tidak Ada Unsur Sengaja

0
1074
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG- Terkait bahan bakar jenis Pertalite yang diduga hampir 80 persen bercampur dengan air, seperti dikeluhkan oleh para warga Desa Gunung Sugih Besar, Kecamatan Sekampung Udik, Minggu, (4/6) lalu, itu tidak ada unsur kesengajaan. Hal itu diungkapkan Ketua Bidang SPBU DPD I Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Donny Irawan kepada Trans Lampung melalui sambungan telpon, Kamis (8/6).

Donny mengatakan bahwa, tidak mungkin pengusaha melakukan kesengajaan dan mempertaruhkan usahannya.

“Pastinya tdk mungkin. Krn penguha pasti tdk mu gkin mempertaruhkan usahanya, kalau mereka melakukannya bisa dicabut izinnya,” kata Donny.

Dia menjelaskan, penyebab bercampurnya bahan bakar dengan air pada tangki penampungan ada beberapa faktor yang terjadi bukan atas kesengajaan.

“Bahan bakar minyak ada yang namanya penguapan yang akhirnya menjadi embun, karena rembesan air hujan juga bisa, atau karena endapan air dari kapal yang dialirkan ke pipa yang kita tidak bisa lihat juga bisa, dan masih banyak faktor lain,” jelasnya.

Dia menambahkan, dengan adanya kejadian ini pihaknya akan melakukan pengecekan dan melakukan pengurasan tangki secara berkala.

“Terimakasih mas, dengan adanya laporan seperti ini kami dari Hiswana Migas akan mengimbau para pengusaha agar selalu melakukan pengecekan dan pengurasan secara berkala pada tangki penampungan bahan bakar pada SPBU,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Sales Eksekutif Etail IV Pertamina, Shindu bahwa faktor adanya air adalah dari penguapan dan terjadi pengembunan karena perubahan suhu.

“Kadar air pasti tetap ada, namun biasanya itu terjadi di tangki timbun di SPBU, ada beberapa faktor diantaranya menguap karena suhu yang tinggi kemudian berubah kesuhu rendah saat hujan itu bisa menimbulkan kadar air tinggi. Faktor yang lain dari kebocoran secara halus atau rembesan,” kata Shindu kepada Trans Lampung via telpon, Kamis (8/6).

Dia juga mengatakan bahwa, untuk SPBU baru pengecekan berkala dalam jangka lima tahun belum menunjukkan masalah.

“Kalau SPBU baru itu lima tahun belum apa-apa, kalau SPBU yang umurnya sudah cukup tua harus dilakukan sesering mungkin,” tambahnya. (hkw)