. . .

Pernikahan dengan Adat Lampung Begawi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pada resepsi pernikahan dengan melaksanakan acara adat Lampung (Begawi) selama 6 hari untuk mendapatkan gelar Suttan yang berlangsung di desa lehan (Buay Nuban) di Kecamatan Sukadana Lampung Timur.

Acara adat Begawi ini merupakan salah satu ciri khas Adat budaya Lampung pelaksanannya mulai dari tgl 8 sampai acara selesai pada rabu tgl 14 turut hadir para penyimbang adat Lampung di Lampung timur.

Berlangsung acara Begawi ini tentunya melalui semua proses atas persetujuan para tokoh  adat yang ada di desa suku Lampung terdiri dari beberapa kebuayan dan penyimbang adat dari desa suku Lampung yang ada di lamtim.

Lukman Hakim SH sudah diberi gelar (Suttan Kunci Marga) ia menuturkan untuk mendapatkan gelar suttan ini semua tentunya melalui proses.

“Dengan melaksanakan begawi baru bisa mendapatkan gelar sebelumnya gelar pangeran menjadi suttan,” ujarnya.

“Sebelum mendapatkan gelar tentunya kita harus melalui acara adat yang akan di gelar di awali mulei menganai (ngedio) kemudian Cangget Turun Mandi terahir Cangget Mupadun kemudian siangnya melaksanakan Acara Mupadun,” tambahnya, Rabu (14/11).

Lanjutnya, yang mendapatkan gelar dari pengeran ke sutan ini ada 3 orang di antaranya Istrinya Neti Gusnina SE mendapatkan (gelar sutan sembahan) dan adek kandungnya bernama Ridwan Ansori mendapat gelar (sutan pembuka adat).jelas Lukman

Jadi acara adat berlangsung melalui susunan acara adat yang sudah di jadwal kan serta sudah di sepakati para tokoh adat  acara adat di mulai dar  tgl 8 di antaranya acara adat Khughuk Mighul kemudian Acara  Ngedio mulei meghanai kemudian di malam Jumat tgl 9, malam selasa tgl 12 acara adat cangget turun mandei kemudian pada malam rabu Tgl 13 acara adat cangget mepadun kemudian siangnya Acara mupadun sebagai penutup acara adat.ugkap Lukman haikim (Sutan Kunci Marga). (tnn)