Warning: mysqli_real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:50559 Library:100131 in /var/www/vhosts/translampung.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1531 Perkembangan Terbaru Mega Proyek 35 Ribu MW -
Perkembangan Terbaru Mega Proyek 35 Ribu MW

Target 2019 Tak Tercapai

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA– Megaproyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW) kian meredup. Proyek yang sebelumnya ditargetkan rampung pada 2019 mendatang itu molor hingga 2024.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, saat ini hal yang berkaitan administrasi dari pemerintahan telah rampung. Menurutnya, saat ini kendala pengembangan dari mega proyek tersebut ada di kemampuan teknologi maupun waktu Commercial Operation Date (COD) yang berbeda-beda.

“Jadi kayak nasi di warteg sudah tersedia. Tapi ini kan butuh waktu, teknologinya beda-beda, COD-nya juga beda beda. PLTG itu delapan bulan bisa. Tapi kalau, PLTU itu at least pasti butuh minimum 2 tahun,” ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (10/1).

“Tapi, alhamdulillah kita sudah punya target sampai 2019, atau 2020 semua yang berkaitan administrasi itu sudah done. Sisanya tinggal perencanaan dan konstruksi. Ini harus diketahui, ini juga harus inline dengan kebutuhan,” sambungnya.

Dengan kondisi itu, Sommeng menyebutkan jika akselerasi proyek 35 ribu MW adalah keniscayaan. Dirinya hanya bisa memungkinkan jika pada 2019 capaian pembangunan proyek tersebut hanya mencapai 20 ribu MW.

“Mau dicepetin, engga mungkin. 35 GW ini kan program pembangunan infrastruktur yang multiyears. Pembangunan infrastruktur kan harus berdiri di depan curva, kita engga bisa asal target,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya berjanji jika akan terus berusaha menjalankan program tersebut sebaik mungkin. Intinya, pemerintah hanya ingin memberi jaminan ketersediaan listrik kepada masyarakat maupun bagi industri selayaknya negara berkembang lainnya.

“Kalau ada reserve margin harus 100 persen sebagai negara berkembang. Singapura, tokyo, new york mereka seratus persen. Mereka gak bisa satu detik pun mati. Nah, ini kaitannya sama infrastruktur. Agar industri maju. Jadi, jangan sebut over supply. Kita tetap optimis,” tandasnya. (jpg)

News Reporter