. . .

Perhumas Lampung Gencarkan Lampung Bicara Baik

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Lampung Bicara Baik. Ini merupakan tagline yang diusung Perhumas Lampung. Tagline ini menurut Ketua BPC Perhumas Lampung H H. Mustopa Endi Hasibuan sangat pas dan jika ini terlaksana akan menimbulkan efek yang luar biasa di Lampung. Tugas Perhumas Lampung jelas dia bagaimana agar provinsi ini tercitra dengan baik. Tidak hanya di dalam tapi juga di luar Lampung.

Pekerjaan berat ini ungkap pria ramah ini merupakan tugas bersama. Karenanya tagline ini nantinya akan menjadi gerakan yang dilakukan oleh praktisi kehumasan baik di jajaran swasta maupun pemerintahan.

Sebelumnya Inisiator BPC Perhumas Lampung Yayan Sopian menjelaskan Lampung memiliki potensi yang luar biasa jika dikemas dengan baik. Bayangkan lanjut dia Pariwisatanya saja tidak kalah dengan Bali.

”Ini yang perlu diperjuangkan oleh praktisi kehumasan yang tergabung dalam Perhumas Lampung. Bagaimana mencitrakan agar provinsi ini lebih dikenal karena baiknya bukan karena buruknya. Sayang sekali potensi yang besar ini belum tergarap maksimal. Mudah-mudahan dengan terbentuknya Perhumas ini bisa menjadi jembatan Lampung menuju dunia,” terangnya.

Sementara itu Adi Susanto yang juga praktisi pariwisata mengatakan pencitraan Lampung ke depan mutlak diperlukan. Sebab lanjut dia, saat dirinya mewakili Lampung pada even pariwisata dunia ternyata provinsi ini belum dikenal. ”Ini kenyataan pahit tapi merupakan pelecut untuk kita agar terus berusaha mengenalkan Lampung pada semua even. Pengalaman ini juga menjadikan kita sebagai pelaku pariwisata memerlukan sekali praktisi kehumasan untuk menjembatani komunikasi kita ke luar daerah,” terangnya.

Soal ini Andi mengatakan akan berjuang sekuat tenaga agar Lampung tercitra dengan baik di mata dunia. Sekilas, pendekatan yang diusung terlihat sekadar menitik beratkan pada hasil akhir bahwa semua komunikator harus berusaha mengkomunikasikan materinya dengan cara yang baik. Namun sesungguhnya, banyak tantangan yang dihadapi, di antaranya, tak terbendungnya arus informasi melalui platform media sosial. Konten baik dan buruk, fakta dan fiktif bercampur aduk lalu menjadi viral di media sosial dan membuat kegaduhan.

Viral yang buruk membuat Lampung yang indah dan mempesona menjadi tak mendapat tempat di hati ribuan wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Lampung. Cuitan di Twitter dan Facebook yang saling mencibir adalah hal yang kontra produktif dengan kampanye pemerintah Wonderful Lampung. Kondisi dunia digital ini membuat para praktisi kehumasan pun harus beradaptasi, hingga munculah konsep kehumasan yang baru yaitu “digital PR”. (ikomar)