Perbaikan Jembatan Pekon Sukabanjar Lambat. Ternyata Proyek Provinsi, Kualitas Bagaimana?

0
303
views
KOTAAGUNG – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanggamus mengaku perbaikan jembatan di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur, dilaksanakan tahun ini. Jembatan nantinya bermodel box culvert senilai Rp300 juta.
Sekretaris Dinas PU setempat, Okta Rizal, mewakili Kepala Dinas PU Riswanda menyebutkan, kepastian perbaikan didapat dari rapat bersama di Dinas Bina Marga Lampung, Selasa (29/3) lalu. Saat itu Sekretaris Dinas Bina Marga Roni menjelaskan, bahwa jembatan Sukabanjar diperbaiki tahun ini.
“Setelah kami koordinasi, ternyata jembatan itu sudah masuk daftar perbaikan dalam tahun ini sekaligus pembangunan jalannya. Kemudian untuk saat ini masih proses tender,” ujar Okta, kemarin (11/4).
Anggaran senilai Rp300 juta, lanjut dia, menjadi bagian dari anggaran perbaikan jalan dari Kotaagung Timur sampai Simpang Kuripan, Kecamatan Limau dengan total Rp5 miliar. Untuk spesifikasi jalan, pastinya lebih baik dari kondisi yang saat ini.
Lantas perbaikan ini hanya perbaikan rutin oleh pihak provinsi. Karena statusnya jalan provinsi. Belum terkait dengan rencana peningkatan status jalan industri, karena jalur ini melintasi lokasi Kawasan Industri Maritim (KIM).
Jembatan Pekon Sukabanjar sendiri sudah rusak sejak November 2015. Kemudian putus total pada awal tahun ini. Kerusakannya bertahap, mulai dari sisi kiri jembatan. Saat itu kerusakan karena oprit jembatan tergerus air, lalu lama-lama menghantam pondasi jembatan hingga sebagian badan jembatan ambrol. Kemudian kerusakan total saat tibanya musim hujan tahun ini. Hantaman air di bawah jembatan akhirnya merobohkan semua permukaan jalan.
“Karena jembatannya sudah rusak total akhirnya warga cuma lakukan penanganan darurat pakai batang pohon kelapa. Ini saja sudah tiga kali penggantian batang kelapa,” ujar Yudi, warga Pekon Sukabanjar.
Ia menjelaskan, penanganan darurat menggunakan batang pohon kelapa. Untuk satu batangnya diangkat 15 orang karena panjang batang mencapai 10 meter. Dan sekarang ini ada delapan batang pohon kelapa, empat di sisi kanan dan empat di sisi kiri tujuannya supaya mobil yang punya dua sisi roda bisa lewat.Selama ini jembatan sudah sering rusak, bahkan hampir tiap tahun. Perbaikan terakhir awal tahun lalu tapi tetap rusak juga saat tibanya musim hujan tahun ini. Kerusakan diakibatkan hantaman air sungainya.

“Selama ini panjang jembatan dua meter, kalau nanti ada perbaikan, bisa dipanjangkan sampai empat meter supaya air semuanya masuk kolong jembatan tidak menghantam pondasi jembatan. Terus di pondasi jembatan juga harus ditalud biar lebih kuat,” kata Yudi.

Jembatan ini ada di jalan wewenang provinsi yang menghubungkan Kecamatan Kotaagung Timur – Kecamata Limau – Kecamatan Cukuhbalak. Maka jembatan ini adalah akses utama bagi tiga kecamatan, baik untuk mobilitas aktifitas warga dan juga pengangkutan barang. Jika kerusakan jembatan ini tidak dilakukan maka akan menghambat segala aktifitas. (ayp)

LEAVE A REPLY