Peras Gapoktan, Empat Oknum LSM Diciduk

TRANSLAMPUNG.COM- RUMBIA – Empat oknum yang mengaku sebagai anggota LSM Bantuan Hak Asasi Manusia Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubabar) diciduk aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Rumbia, Lampung Tengah (Lamteng), Sabtu (4/3) dinihari.

Mereka adalah Ujang Mirnas (50) dan Hariyanto (52) warga KecamatanLimbaukibang, Tubabar. Dua orang lainnya, Marjiansyah (32) warga Kecamatan Gunungterang, Tubabar dan Yuliaspa (28) warga Kemiling, Bandarlampung.

Kapolsek Rumbia AKP Edi Qorinas mengatakan, keempat pelaku ditangkap karena diduga melakukan pemerasan kepada Ketua Gapoktan Kampung Restubuana, Kecamatan Rumbia, Wayan Murjana, Jumat (3/3).

Saat itu, korban Wayan Murjana diminta para pelaku menemuinya di salah satu rumah warga Kampung Restubuana bernama Kaido. Korban pun menuruti permintaan pelaku.

“Saat pertemuan itu, pelaku mengatakan kepada korban bahwa gapoktan yang dipimpin korban terdapat masalah tentang bantuan dari pemerintah,” ujar mantan Kapolsek Seputihmataram ini.

Selanjutnya, pelaku mengancam akan meneruskan masalah tersebut ke aparat hukum jika tidak menyerahkan uang sebesar Rp22 juta. Namun korban tidak menyanggupi perimintaan tersebut.

Kemudian, para tersangka yang kini mendekam di sel Mapolsek Rumbia, menanyakan kepada korban membawa duit berapa saat itu.

“Korban menjawab bawa duit Rp1,8 juta. Lalu diminta oleh pelaku Rp1,2 juta. Sisanya, pelaku meminta besok siangnya (Sabtu 4/3) harus sudah ada duit kekurangan tersebut,” jelas kapolsek bercerita.

Setelah itu, korban pulang ke rumahnya dan melapor kepada Kakam
Restubaru, Ketut Sugede. Kemudian, kakam melaporkan ke Polsek Rumbia.

“Atas laporan itu, saya langsung perintahkan anggota saya untuk menangkap para tersangka,” imbuh Edi.

Setelah dilakukan pengejaran, keempat pelaku berhasil diciduk di depan Indomaret Kecamatan Seputihraman dan langsung dibawa ke Mapolsek Rumbia untuk diproses lebih lanjut. Kapolsek menambahkan, para pelaku pasal 368 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sementara, Kakam Restubuana Ketut Sugede membenarkan bahwa dia yang melaporkan dugaan pemerasan itu ke Polsek Rumbia.

“Setelah mendapat laporan dari korban, saya langsung menghubungi polisi,” beber dia.

Menurut dia, pada saat korban melaporkan kejadian yang dialaminya, terlihat sangat ketakutan dan muka pucat.

“Korban sangat ketakutan. Mangkanya saya langsung laporkan kepada polisi,” pungkasnya. (cw4/rid/tnn)

News Reporter