Penyederhanaan Golongan Listrik Hanya Kedok

0
64
views

TRANSLAMPUNG.COM – EKONOM Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menilai, penyederhanaan golongan listrik yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero), hanyalah kedok.

Menurutnya, pemerintah mencoba memungut tarif listrik yang lebih besar kepada masyarakat, dengan cara menaikkan daya listrik menjadi lebih besar.

“Khususnya kelas menengah. Meskipun tidak ada kenaikan besaran tarif secara umum, namun urgensi penambahan daya tidak dibutuhkan oleh masyarakat karena biaya konsumsi listrik bulanan pasti naik,” ujarnya kepada JawaPos.com (Translampung Group) ketika dihubungi, Selasa (14/11).

Selain itu, Bhima menyebut penghapusan golongan pasti akan diikuti oleh kenaikan biaya listrik pelanggan.

Di sisi lain, Bhima menilai penghapusan golongan juga sebagai upaya PLN dalam menyelamatkan keuangan perseroan, yang saat ini tengah kembang kempis.

Hal itu membuat masyarakat menjadi benteng terakhir yang harus terbebani atas kebijakan tersebut.

“Logikanya juga sulit diterima, bagaimana mungkin penghapusan golongan tarif tidak berpengaruh terhadap biaya listrik pelanggan? Jadi ini sekadar kedok Pemerintah dan PLN ketika keuangan BUMN ini tengah bermasalah,” tuturnya.

“Disatu sisi PLN menghadapi dilema, ditekan Pemerintah untuk bangun pembangkit tapi kondisi utang makin tidak sehat. Akhirnyamasyarakat yang menanggung beban,” tandasnya. (jpg/rus)