Penunggak PBB Capai Rp90 Miliar

BPPRD Kota Bandarlampung Panggil Wajib Pajak

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung terus berupaya untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor, salah satunya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Pasalnya, dari sektor PBB ini banyak sekali tunggakan yang belum dibayarkan oleh Wajib Pajak (WP) baik perorangan maupun perusahaan.

Berdasarkan data yang ada pada Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung, setidaknya ada sekitar Rp90 miliar besar penunggak PBB dari tahun 2012 hingga 2016.

Kepala BPPRD Kota Bandarlampung Yanwardi mengatakan, tunggakan PBB dari perorangan maupun perusahaan di Bandarlampung sangat banyak, namun pihaknya tetap melakukan langkah-langkah persuasif melalui Camat, Lurah dan RT-RT.

“Petugas kita terus lakukan pendekatan, agar WP membayar pajaknya. Tapi, kalau nggak ada titik temunya atau masih membandel. Kami akan lakukan langkah lain, bisa dengan memasang merk diperusahaan yang bandel pajak dengan tulisan perusahaan ini tidak bayar pajak,” kata dia, saat ditemui diruangannya, kemarin (23/2).

Selain itu, sambung dia, DPRD Kota Bandarlampung juga telah membantu Pemkot Bandarlampung dengan cara memanggil para penunggak pajak.

“Iya Dewan juga sudah ngebantu kita kok, karena memang Pajak inilah yang untuk membiayai pembangunan Bandarlampung, kalau masyarakat nggak bayar pajak, sumber PAD kita darimana,” ujar dia.

Tunggakan PBB sekitar Rp 90 miliar ini sejak tahun 2012 secara perlahan memang sudah tertagih. Namun, jika dibiarkan semakin lama akan semakin bertambah banyak.

“Rata-rata yang belum tertagih ini, untuk yang pribadi ada yang orangnya diluar kota dan ada juga yang nggak ditunggu. Tapi kalau perusahaan, memang ada yang bandel, tapi ada juga perusahaan yang kondisinya mau bangkrut, bahkan ada yang mau dijual. Tapi, kita tetap berusahan untuk menagihnya,” tutur dia.(jef)

News Reporter